Kapolri Jenderal Listyo Sigit Dijudul sebagai Orang Tidak Loyal ke Prabowo, Habiburokhman Bilang 100 Persen.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menilai tudingan Kapolri yang mengandung tuduhan tidak loyal kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai isu tidak berdasar dan bertentangan dengan fakta yang ada. Ia menyatakan bahwa Kapolri 100 persen loyal ke Presiden.
Habiburokhman menanggapi isu tersebut, yang berasal dari tokoh-tokoh tertentu, yakni mengaitkan isu ketidakloyalan Kapolri dengan dua hal. Pertama, pembentukan tim reformasi internal Polri sebelum terbentuknya Komite Reformasi Polri oleh Presiden. Kedua, sikap Kapolri yang menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian.
Habiburokhman menjelaskan bahwa pembentukan tim reformasi internal Polri justru merupakan bentuk respon Kapolri terhadap keinginan Presiden Prabowo untuk mempercepat reformasi di tubuh Polri. Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan inisiatif dalam konteks yang sangat baik dan positif.
Tentang sikap Kapolri yang menolak Polri berada di bawah kementerian, Habiburokhman menilai hal tersebut sejalan sepenuhnya dengan pandangan Presiden Prabowo. Ia juga menyebutkan pernyataan Presiden Prabowo yang disampaikan pada 18 September 2023 mengenai posisi Polri dalam sistem ketatanegaraan.
"Sudah sesuai dengan pernyataan Pak Prabowo 18 September 2023 yang sangat tegas, jelas dan detail menginginkan posisi Polri di bawah Presiden langsung," kata Habiburokhman.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menilai tudingan Kapolri yang mengandung tuduhan tidak loyal kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai isu tidak berdasar dan bertentangan dengan fakta yang ada. Ia menyatakan bahwa Kapolri 100 persen loyal ke Presiden.
Habiburokhman menanggapi isu tersebut, yang berasal dari tokoh-tokoh tertentu, yakni mengaitkan isu ketidakloyalan Kapolri dengan dua hal. Pertama, pembentukan tim reformasi internal Polri sebelum terbentuknya Komite Reformasi Polri oleh Presiden. Kedua, sikap Kapolri yang menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian.
Habiburokhman menjelaskan bahwa pembentukan tim reformasi internal Polri justru merupakan bentuk respon Kapolri terhadap keinginan Presiden Prabowo untuk mempercepat reformasi di tubuh Polri. Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan inisiatif dalam konteks yang sangat baik dan positif.
Tentang sikap Kapolri yang menolak Polri berada di bawah kementerian, Habiburokhman menilai hal tersebut sejalan sepenuhnya dengan pandangan Presiden Prabowo. Ia juga menyebutkan pernyataan Presiden Prabowo yang disampaikan pada 18 September 2023 mengenai posisi Polri dalam sistem ketatanegaraan.
"Sudah sesuai dengan pernyataan Pak Prabowo 18 September 2023 yang sangat tegas, jelas dan detail menginginkan posisi Polri di bawah Presiden langsung," kata Habiburokhman.