Pandji Pragiwaksono, komika yang terkenal dengan lirik-liriknya yang pedas dan tidak takut menganggap dirinya sebagai ulama, ternyata telah menyinggung hati Habib Rizieq Shihab. Materi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, yang berfokus pada pilihan calon pemimpin yang rajin salat, telah membuat Habib menjadi sangat marah.
Habib Rizieq menyatakan bahwa, meskipun kritiknya terhadap Pandji sangat pedas, ia tidak mempermasalahkannya. Ia bahkan mengakui bahwa ia sering melakukan kritik pemerintah seperti halnya Pandji melakukannya. Namun, ada bagian yang sangat membuatnya merasa marah.
"Hal itu, Saudara, saya dukung, tapi ada hal yang nggak saya kenal," kata Habib Rizieq dalam tayangan YouTube. "Kalau orang Islam wajib memiliki pemimpin yang salatnya tidak bolong, bagus tidak? Bagus tidak? Perlu tidak?"
Habib Rizieq juga menilai bahwa materi Pandji Pragiwaksono telah menghina Al-Quran dan menyebutkan bahwa salat adalah "benteng dari maksiat". Ia berpendapat bahwa hal ini sangat tidak tepat dan tidak boleh dijadikan candaan.
"Yang mengatakan, saudara, kalau salat benteng dari maksiat itu adalah Allah SWT dan Al-Qur'anul karim. Syiar Allah nggak? Apa boleh dihina? Apa boleh dicandain? Nggak boleh. Hati-hati, Saudara," kata Habib Rizieq.
Habib juga menekankan bahwa, sebagai komika, Pandji tidak memiliki hak untuk mengambil kesimpulan tentang ajaran Islam dan menjadi ulama. "Anda nggak usah berfatwa, Anda bukan ulama, Anda pelawak," katanya.
Habib Rizieq menyatakan bahwa, meskipun kritiknya terhadap Pandji sangat pedas, ia tidak mempermasalahkannya. Ia bahkan mengakui bahwa ia sering melakukan kritik pemerintah seperti halnya Pandji melakukannya. Namun, ada bagian yang sangat membuatnya merasa marah.
"Hal itu, Saudara, saya dukung, tapi ada hal yang nggak saya kenal," kata Habib Rizieq dalam tayangan YouTube. "Kalau orang Islam wajib memiliki pemimpin yang salatnya tidak bolong, bagus tidak? Bagus tidak? Perlu tidak?"
Habib Rizieq juga menilai bahwa materi Pandji Pragiwaksono telah menghina Al-Quran dan menyebutkan bahwa salat adalah "benteng dari maksiat". Ia berpendapat bahwa hal ini sangat tidak tepat dan tidak boleh dijadikan candaan.
"Yang mengatakan, saudara, kalau salat benteng dari maksiat itu adalah Allah SWT dan Al-Qur'anul karim. Syiar Allah nggak? Apa boleh dihina? Apa boleh dicandain? Nggak boleh. Hati-hati, Saudara," kata Habib Rizieq.
Habib juga menekankan bahwa, sebagai komika, Pandji tidak memiliki hak untuk mengambil kesimpulan tentang ajaran Islam dan menjadi ulama. "Anda nggak usah berfatwa, Anda bukan ulama, Anda pelawak," katanya.