Ketua Umum PBNU Gus Yahya Beberkan Alasan Rais Aam Absen Harlah 100 Tahun Nahdlatul Ulama
Mengingat kehadiran Rais Aam tidak dihadiri acara peringatan hari lahir (harlah) ke-100 tahun Nahdlatul Ulama (NU), Gus Yahya menjelaskan bahwa ia mengalami kendala kesehatan. Ya, sejak Jumat malam, Rais Aam masih mengonfirmasi akan hadir. Namun, pada pagi ini, beliau berhalangan hadir karena mengalami kondisi kesehatan yang tidak memungkinkannya.
Karena Rais Aam tidak bisa hadir, pidato sambutan yang seharusnya disampaikan olehnya digantikan oleh Rais Syuriyah PBNU sekaligus Menteri Agama Nasaruddin Umar. Profesor Doktor Kyai Haji Nasaruddin Umar mengisi tempat Rais Aam dengan menyampaikan khutbah yang biasanya disampaikan oleh Rais Aam.
Selain itu, Gus Yahya juga menjelaskan mengapa Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul tidak hadir pada acara peringatan harlah hari ini. Menurutnya, karena Gus Ipul memiliki kesibukan lain yang memungkinkannya tidak hadir.
Dalam surat rapat pengurus harian Syuriah PBNU, Rais Aam melarang Gus Yahya mundur dari jabatan ketua umum. Namun, Gus Yahya menolak untuk mundur dan tetap menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum PBNU.
Pertikaian antara Gus Yahya dan Rais Aam berkembang setelah keluarnya surat rapat pengurus harian Syuriah PBNU. Surat tersebut menggambarkan adanya pelanggaran pada Gus Yahya karena menghadirkan narasumber yang dianggap terkait jaringan zionisme internasional dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU).
Mengingat kehadiran Rais Aam tidak dihadiri acara peringatan hari lahir (harlah) ke-100 tahun Nahdlatul Ulama (NU), Gus Yahya menjelaskan bahwa ia mengalami kendala kesehatan. Ya, sejak Jumat malam, Rais Aam masih mengonfirmasi akan hadir. Namun, pada pagi ini, beliau berhalangan hadir karena mengalami kondisi kesehatan yang tidak memungkinkannya.
Karena Rais Aam tidak bisa hadir, pidato sambutan yang seharusnya disampaikan olehnya digantikan oleh Rais Syuriyah PBNU sekaligus Menteri Agama Nasaruddin Umar. Profesor Doktor Kyai Haji Nasaruddin Umar mengisi tempat Rais Aam dengan menyampaikan khutbah yang biasanya disampaikan oleh Rais Aam.
Selain itu, Gus Yahya juga menjelaskan mengapa Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul tidak hadir pada acara peringatan harlah hari ini. Menurutnya, karena Gus Ipul memiliki kesibukan lain yang memungkinkannya tidak hadir.
Dalam surat rapat pengurus harian Syuriah PBNU, Rais Aam melarang Gus Yahya mundur dari jabatan ketua umum. Namun, Gus Yahya menolak untuk mundur dan tetap menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum PBNU.
Pertikaian antara Gus Yahya dan Rais Aam berkembang setelah keluarnya surat rapat pengurus harian Syuriah PBNU. Surat tersebut menggambarkan adanya pelanggaran pada Gus Yahya karena menghadirkan narasumber yang dianggap terkait jaringan zionisme internasional dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU).