Menteri Sosial Gus Ipul menyatakan bahwa Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nanti juga akan menyediakan menu makan bergizi gratis (MBG) untuk lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pendampingan bagi mereka yang membutuhkan bantuan.
Gus Ipul telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizin Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian. Rencana ini masih dalam tahap diskusi dan belum ditandatangani.
SPPG saat ini sudah memiliki 22.138 unit dapur yang menyediakan menu MBG untuk siswa sekolah, namun ada juga SPPG yang melayani menu MBG untuk ibu hamil dan menyusui serta balita. Namun, program MBG lansia dan penyandang disabilitas ini tetap dipusatkan di BGN.
Kemensos hanya berperan menyiapkan petugas dan sistem distribusi makanan, sedangkan anggarannya nanti akan diteruskan ke BGN untuk dilayani. Gus Ipul juga menekankan pentingnya kehadiran caregiver atau pengasuh yang telah mengikuti pelatihan secara bertahap untuk membantu penyediaan program MBG.
Dengan demikian, program MBG lansia dan penyandang disabilitas ini dapat menjadi bentuk pendampingan yang lebih baik bagi mereka yang membutuhkan bantuan.
Gus Ipul telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizin Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian. Rencana ini masih dalam tahap diskusi dan belum ditandatangani.
SPPG saat ini sudah memiliki 22.138 unit dapur yang menyediakan menu MBG untuk siswa sekolah, namun ada juga SPPG yang melayani menu MBG untuk ibu hamil dan menyusui serta balita. Namun, program MBG lansia dan penyandang disabilitas ini tetap dipusatkan di BGN.
Kemensos hanya berperan menyiapkan petugas dan sistem distribusi makanan, sedangkan anggarannya nanti akan diteruskan ke BGN untuk dilayani. Gus Ipul juga menekankan pentingnya kehadiran caregiver atau pengasuh yang telah mengikuti pelatihan secara bertahap untuk membantu penyediaan program MBG.
Dengan demikian, program MBG lansia dan penyandang disabilitas ini dapat menjadi bentuk pendampingan yang lebih baik bagi mereka yang membutuhkan bantuan.