Guru Besar Undip Sebut Belanja Masyarakat Turun Imbas Danantara

Pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ternyata membuat masyarakat Indonesia mengurangi kebutuhan belanja dalam jangka pendek. Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip, Firmansyah, hal ini diketahui melalui analisis menggunakan model ekonomi makro dinamis Overlapping Generations-Indonesia (OG-IDN).

Hal ini berarti bahwa penurunan konsumsi jangka pendek terjadi di semua kelompok masyarakat. Penurunan konsumsi di kelompok bawah adalah 25 persen, sedangkan di kelompok atas hanya se persen. Firmansyah menyatakan bahwa penurunan ini terjadi karena semua kelompok menunda kebutuhan untuk mendapatkan manfaat dari pendapatan yang lebih tinggi nanti.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa masyarakat kelas bawah tidak memiliki tabungan atau cadangan uang tunai sehingga sulit untuk menahan pengeluaran. Sebaliknya, masyarakat kalangan atas menunda kebutuhan mereka untuk menantikan manfaat dari reformasi Danantara.

Firmansyah juga menjelaskan bahwa reformasi ini bukanlah kebijakan yang berliku-liku tapi lebih kepada transisi intertemporal. Penurunan konsumsi jangka pendek tersebut merupakan efek sementara dan tidak menunjukkan kerugian kesejahteraan masyarakat. Danantara bukan lagi instrumen untuk menstimulus konsumsi atau ekspansi fiskal, tapi lebih kepada penawaran yang bekerja.

Dengan demikian, perlu diperhatikan bahwa reformasi ini memiliki dampak yang berbeda bagi masyarakat Indonesia dan harus dibiayai dengan strategi yang tepat.
 
Gue rasa reformasi BPI Danantara ini nggak salah banget, tapi apa yang terpenting adalah bagaimana cara kita mengelola akibatnya 🤔. Kelompok bawah pasti kesulitan, karena gue tahu aja kalau siapa pun kekurangan uang, aku pasti akan terpaksa meminjam dari temen-teman atau bahkan jadi buruh paksa 😬. Sedangkan kelompok atas pasti bisa menantikan manfaatnya nanti, tapi gue rasa itu tidak adil 🤑. Jadi, gue harap pemerintah bisa membuat strategi yang tepat agar semua masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari reformasi ini, bukan hanya bagian kecil saja 💸.
 
ini penting banget, kalau kita tahu konsumsi pendeknya menurun 25 persen bukan berarti rakyat indonesia kurang lapar. tapi ini artinya kalo gak ada tabungan, siapa tahu nanti mereka udah siap untuk beli barang2an. sementara yang kaya udah menunda kebutuhan mereka klo mau beli apa2an. kayaknya ini reformasi yang baik, tapi kita harus lihat di mana strateginya salah atau tidak
 
Saya pikir rencana pembentukan BPI Danantara ini benar-benar pintar 🤔 #PembangunanEconomie #InvestasiTerintegrasi. Kalau kita lihat dari data statistik, konsumsi masyarakat Indonesia memang turun 📉 dan itu bukan berarti kerugian kesejahteraan masyarakat, tapi lebih kepada penundaan kebutuhan jangka panjang 🕰️ #PengelolaanInvestasi #KebutuhanMasyarakat. Masyarakat kelas bawah memang sulit menahan pengeluaran tanpa tabungan, tapi kalau kita lihat dari segi masyarakat atas, mereka menunda kebutuhan untuk mendapatkan manfaat dari pendapatan yang lebih tinggi nanti 🤑 #ReformasiDanantara. Saya percaya reformasi ini adalah transisi intertemporal yang tepat dan tidak berliku-liku 💯.
 
Kalau punya uang, aku rasa tidak perlu kebutuhan belanja dalam jangka pendek. Sekarang sudah ada BPI Danantara, jadi kita bisa menunda ngerjain hal-hal kecil, kan? Kita bisa simpan uang-nya untuk masa depan ya. Tapi, aku khawatir kalau masyarakat kelas bawah tidak bisa menahan diri untuk menunda kebutuhan, itu akan makin mempor keuangan mereka. Sedangkan kalau kita mau ngerjain hal-hal kecil sekarang, itu juga baik banget ya!
 
kembali
Top