Gunung Semeru, yang merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, kembali mengalami empat kali erupsi dalam waktu singkat. Pada Sabtu (3/1), Gunung Semeru berhasil meletus sebanyak empat kali dengan tinggi letusan mencapai 1 km di atas puncak.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00:51 WIB dan mengeluarkan kolom abu dengan intensitas sedang ke arah utara. Kemudian, erupsi kedua terjadi pada pukul 05:11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak. Erupsi ketiga terjadi pada pukul 05:28 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak.
Erupsi keempat terjadi pada pukul 06:56 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak. Semua erupsi tersebut mengeluarkan kolom abu dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas sedang ke arah utara atau timur laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menegaskan bahwa Gunung Semeru berada dalam status Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi untuk masyarakat. Mereka dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak Gunung Semeru.
Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Mereka juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00:51 WIB dan mengeluarkan kolom abu dengan intensitas sedang ke arah utara. Kemudian, erupsi kedua terjadi pada pukul 05:11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak. Erupsi ketiga terjadi pada pukul 05:28 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak.
Erupsi keempat terjadi pada pukul 06:56 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak. Semua erupsi tersebut mengeluarkan kolom abu dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas sedang ke arah utara atau timur laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menegaskan bahwa Gunung Semeru berada dalam status Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi untuk masyarakat. Mereka dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak Gunung Semeru.
Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Mereka juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.