Gunung Marapi dan Gunung Semeru mengalami erupsi secara bersamaan, Selasa (6/1/2026) pagi hari ini. Pukul 04.58 WIB, Gunung Marapi di Sumatra Barat meletus, bukannya melemparkan abu ke udara seperti biasanya, tetapi berakhir dengan mengeluarkan kolom abu yang sekitar 250 meter di atas puncaknya.
Kemudian, Gunung Semeru di Jawa Timur juga melontarkan abu vulkanik ke arah timur laut. Berbeda dengan Gunung Marapi, Gunung Semeru meletus tiga kali dalam satu jam. Pukul 08.07 WIB, Gunung Semeru meluncurkan kolom abu yang sekitar 400 meter di atas puncaknya. Tiga menit kemudian, gunung ini kembali meledak dan mengeluarkan kolom letusan tidak teramati.
Kondisi Gunung Marapi saat ini masih berstatus waspada atau Level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang masyarakat wisatawan, ataupun pengunjung beraktivitas di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Kawah Verbeek.
Di sisi lain Gunung Semeru juga mengalami erupsi secara bersamaan. Kemudian, PVMBG mengeluarkan rekomendasi untuk masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak serta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai karena potensi awan panas dan aliran lahar.
Kemudian, Gunung Semeru di Jawa Timur juga melontarkan abu vulkanik ke arah timur laut. Berbeda dengan Gunung Marapi, Gunung Semeru meletus tiga kali dalam satu jam. Pukul 08.07 WIB, Gunung Semeru meluncurkan kolom abu yang sekitar 400 meter di atas puncaknya. Tiga menit kemudian, gunung ini kembali meledak dan mengeluarkan kolom letusan tidak teramati.
Kondisi Gunung Marapi saat ini masih berstatus waspada atau Level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang masyarakat wisatawan, ataupun pengunjung beraktivitas di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Kawah Verbeek.
Di sisi lain Gunung Semeru juga mengalami erupsi secara bersamaan. Kemudian, PVMBG mengeluarkan rekomendasi untuk masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak serta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai karena potensi awan panas dan aliran lahar.