Gubernur Ahmad Luthfi Minta Percepat Pemulihan di Pemalang, Ini Kebutuhannya
Kepemerintahan Jawa Tengah mengalami kesibukan dalam menghadapi bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Pemalang. Gubernur Ahmad Luthfi berupaya meningkatkan penanganan pascabencana dengan memantau langsung situasi di lapangan.
"Kami melakukan dan memastikan bahwa penanganan masyarakat yang terdampak clear dan paripurna," kata Ahmad Luthfi. Dia menunjukkan keinginannya untuk mencegah masalah berkepanjang bagi warga setempat dengan cepat mengantisipasi dan menangani dampak bencana.
Penanganan pascabencana di Pemalang sudah terintegrasi secara holistik sejak pertama kali terjadi, bahkan Bupati Pemalang telah menetapkan status darurat bencana. Semua organisasi perangkat daerah dan stakeholder terkait mulai tingkat provinsi sampai kabupaten dan pemerintah pusat turun sesuai bidang masing-masing.
Gubernur Ahmad Luthfi memperjelas bahwa kebutuhan utama adalah memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang optimal. Dia menyebutkan bahwa di Kecamatan Pulosari ada 813 kepala keluarga dengan total 2.777 jiwa pengungsi, serta sekitar 80 rumah rusak dan 78 bidang lahan rusak.
"Kami harus memikirkan ke depan bagaimana agar masyarakat yang terdampak bisa pulih kembali secara sosial maupun perekonomiannya," ujarnya. Dia juga menekankan pentingnya melakukan penelitian data secara spesifik dan akurat untuk membantu pemulihan yang lebih efektif.
Selain itu, Gubernur Ahmad Luthfi menjanjikan bahwa lahan pertanian yang tergenang akan didatangkan klaim asuransi. Dia juga meminta dinas pendidikan untuk siapkan tempat belajar sementara dan mengajak guru-guru kompeten untuk mendampingi anak-anak di pengungsian.
Kesehatan juga diperhatikan dengan instruksinya agar pemeriksaan dilakukan secara rutin dan apabila ada keadaan darurat langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kepemerintahan Jawa Tengah mengalami kesibukan dalam menghadapi bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Pemalang. Gubernur Ahmad Luthfi berupaya meningkatkan penanganan pascabencana dengan memantau langsung situasi di lapangan.
"Kami melakukan dan memastikan bahwa penanganan masyarakat yang terdampak clear dan paripurna," kata Ahmad Luthfi. Dia menunjukkan keinginannya untuk mencegah masalah berkepanjang bagi warga setempat dengan cepat mengantisipasi dan menangani dampak bencana.
Penanganan pascabencana di Pemalang sudah terintegrasi secara holistik sejak pertama kali terjadi, bahkan Bupati Pemalang telah menetapkan status darurat bencana. Semua organisasi perangkat daerah dan stakeholder terkait mulai tingkat provinsi sampai kabupaten dan pemerintah pusat turun sesuai bidang masing-masing.
Gubernur Ahmad Luthfi memperjelas bahwa kebutuhan utama adalah memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang optimal. Dia menyebutkan bahwa di Kecamatan Pulosari ada 813 kepala keluarga dengan total 2.777 jiwa pengungsi, serta sekitar 80 rumah rusak dan 78 bidang lahan rusak.
"Kami harus memikirkan ke depan bagaimana agar masyarakat yang terdampak bisa pulih kembali secara sosial maupun perekonomiannya," ujarnya. Dia juga menekankan pentingnya melakukan penelitian data secara spesifik dan akurat untuk membantu pemulihan yang lebih efektif.
Selain itu, Gubernur Ahmad Luthfi menjanjikan bahwa lahan pertanian yang tergenang akan didatangkan klaim asuransi. Dia juga meminta dinas pendidikan untuk siapkan tempat belajar sementara dan mengajak guru-guru kompeten untuk mendampingi anak-anak di pengungsian.
Kesehatan juga diperhatikan dengan instruksinya agar pemeriksaan dilakukan secara rutin dan apabila ada keadaan darurat langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.