Nuuk, Ibu kota Greenland, mengalami pemadaman listrik besar-besaran. Keadaan ini menjadi perhatian dunia internasional karena terjadi di tengah isu pencaplokan negara oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pemadaman listrik massal ini terjadi sejak Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 22.30 waktu setempat. Sejumlah orang membagikan kabar ini melalui media sosial. Penyebab pemadaman listrik ini adalah gangguan pada jalur transmisi listrik utama.
Angin kencang di Greenland pada hari itu diduga adalah penyebab utama dari gangguan jalur transmisi listrik utama. Angin tersebut menyerang pembangkit listrik tenaga air Buksefjord menyebabkan "line error" pada saluran transmisi, sehingga listrik tidak bisa dikirim dengan lancar ke kota, sehingga terjadi pemadaman yang luas.
Meskipun PLTA tetap menghasilkan listrik, masalah transmisi membuat energi itu tidak bisa digunakan sementara. Pemerintah Greenland meminta warganya untuk tetap hemat menggunakan listrik, dan beberapa wilayah juga mengalami gangguan pada pasokan air dan koneksi internet.
Pemadaman ini terjadi bersamaan dengan pemerintah Greenland merilis brosur kesiapsiagaan bencana, yang mendorong masyarakat untuk menyimpan air minum, makanan, obat-obatan, pakaian hangat, dan alat komunikasi alternatif untuk setidaknya lima hari.
Di samping itu, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah mencapai "kerangka kesepakatan" dengan NATO terkait Greenland, namun ia belum memberikan rincian konkret. Ini menandakan belum ada kesepakatan final yang disetujui semua pihak.
Trump sendiri menyebut bahwa durasi akses AS ke Greenland bisa "selamanya", bahkan menyebut angka-angka seperti 50 atau 99 tahun, namun semua masih dalam tahap negosiasi. Diskusi ini juga mencakup kemungkinan penambahan pasukan militer AS di Greenland dan akses ke sumber daya alam Greenland.
Pemadaman listrik massal ini terjadi sejak Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 22.30 waktu setempat. Sejumlah orang membagikan kabar ini melalui media sosial. Penyebab pemadaman listrik ini adalah gangguan pada jalur transmisi listrik utama.
Angin kencang di Greenland pada hari itu diduga adalah penyebab utama dari gangguan jalur transmisi listrik utama. Angin tersebut menyerang pembangkit listrik tenaga air Buksefjord menyebabkan "line error" pada saluran transmisi, sehingga listrik tidak bisa dikirim dengan lancar ke kota, sehingga terjadi pemadaman yang luas.
Meskipun PLTA tetap menghasilkan listrik, masalah transmisi membuat energi itu tidak bisa digunakan sementara. Pemerintah Greenland meminta warganya untuk tetap hemat menggunakan listrik, dan beberapa wilayah juga mengalami gangguan pada pasokan air dan koneksi internet.
Pemadaman ini terjadi bersamaan dengan pemerintah Greenland merilis brosur kesiapsiagaan bencana, yang mendorong masyarakat untuk menyimpan air minum, makanan, obat-obatan, pakaian hangat, dan alat komunikasi alternatif untuk setidaknya lima hari.
Di samping itu, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah mencapai "kerangka kesepakatan" dengan NATO terkait Greenland, namun ia belum memberikan rincian konkret. Ini menandakan belum ada kesepakatan final yang disetujui semua pihak.
Trump sendiri menyebut bahwa durasi akses AS ke Greenland bisa "selamanya", bahkan menyebut angka-angka seperti 50 atau 99 tahun, namun semua masih dalam tahap negosiasi. Diskusi ini juga mencakup kemungkinan penambahan pasukan militer AS di Greenland dan akses ke sumber daya alam Greenland.