GOTO dan Grab Positif Merger, CEO Danantara Beri Acungan Jempol
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi beberapa minggu lalu menyebutkan bahwa Grab berpeluang membeli GOTO. Namun, belum dipastikan apakah skema yang bakal berlangsung adalah merger maupun akuisisi. Meski demikian, CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberi tanda positif terkait proses merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan Grab Holdings Ltd.
Proses merger dan akuisisi dua raksasa ride-hailing tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Ketika ditanya mengenai arah pembahasan merger, Rosan mengaku peluang penggabungan tersebut cenderung positif. Ia memberikan gestur acungan jempol kepada wartawan, menunjukkan bahwa ia percaya pada proses merger tersebut.
Positif, sinyalnya positif, ujar Rosan saat ditanya kepastian merger dua perusahaan tersebut. Gestur ini menunjukkan bahwa CEO Danantara memperoleh informasi yang cukup untuk membuat keputusan tentang proses merger tersebut.
GOTO dan Grab memiliki jumlah pengemudi yang sama-sama besar, menjadikan kedua aplikator itu sebagai mitra yang serasi dalam mengelola pengguna. Melalui penggabungan kedua perusahaan tersebut, penciptaan lapangan pekerjaan akan meningkat. Perekonomian pun, menurut Rosan, akan ikut terdorong seiring bertambahnya lapangan pekerjaan.
Jika proses merger berhasil, maka kedua perusahaan dapat mengelola pengguna dengan lebih efektif dan efisien. Hal ini akan memberikan manfaat bagi pengemudi, penumpang, serta perekonomian di Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi beberapa minggu lalu menyebutkan bahwa Grab berpeluang membeli GOTO. Namun, belum dipastikan apakah skema yang bakal berlangsung adalah merger maupun akuisisi. Meski demikian, CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberi tanda positif terkait proses merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan Grab Holdings Ltd.
Proses merger dan akuisisi dua raksasa ride-hailing tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Ketika ditanya mengenai arah pembahasan merger, Rosan mengaku peluang penggabungan tersebut cenderung positif. Ia memberikan gestur acungan jempol kepada wartawan, menunjukkan bahwa ia percaya pada proses merger tersebut.
Positif, sinyalnya positif, ujar Rosan saat ditanya kepastian merger dua perusahaan tersebut. Gestur ini menunjukkan bahwa CEO Danantara memperoleh informasi yang cukup untuk membuat keputusan tentang proses merger tersebut.
GOTO dan Grab memiliki jumlah pengemudi yang sama-sama besar, menjadikan kedua aplikator itu sebagai mitra yang serasi dalam mengelola pengguna. Melalui penggabungan kedua perusahaan tersebut, penciptaan lapangan pekerjaan akan meningkat. Perekonomian pun, menurut Rosan, akan ikut terdorong seiring bertambahnya lapangan pekerjaan.
Jika proses merger berhasil, maka kedua perusahaan dapat mengelola pengguna dengan lebih efektif dan efisien. Hal ini akan memberikan manfaat bagi pengemudi, penumpang, serta perekonomian di Indonesia.