Gempa Bumi Dangkal di Aceh: Apa yang Dimakini BMKG?
Minggu lalu, pukul 03.54 WIB, gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 2,8 mengguncang wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Gempa tersebut sempat membuat warga takut dan khawatir, tapi hingga sekarang, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa yang terkena dampaknya.
Menurut BMKG, gempa bumi itu dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. Episenter gempa tercatat berada di koordinat 4,75 derajat Lintang Utara dan 96,81 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman hiposenter enam kilometer.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan masyarakat di wilayah Bener Meriah hingga Aceh Tengah. Intensitas gempa berada pada skala III hingga IV MMI, yang umumnya dirasakan nyata di dalam rumah dan membuat benda ringan bergoyang.
Tapi, meski sempat menimbulkan kepanikan warga, hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.
Namun, gempa bumi dangkal seperti itu masih bisa menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan bangunan yang kurang kuat. Oleh karena itu, masyarakat harus selalu waspada dan siap menghadapi gempa bumi lainnya di masa depan.
Minggu lalu, pukul 03.54 WIB, gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 2,8 mengguncang wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Gempa tersebut sempat membuat warga takut dan khawatir, tapi hingga sekarang, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa yang terkena dampaknya.
Menurut BMKG, gempa bumi itu dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. Episenter gempa tercatat berada di koordinat 4,75 derajat Lintang Utara dan 96,81 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman hiposenter enam kilometer.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan masyarakat di wilayah Bener Meriah hingga Aceh Tengah. Intensitas gempa berada pada skala III hingga IV MMI, yang umumnya dirasakan nyata di dalam rumah dan membuat benda ringan bergoyang.
Tapi, meski sempat menimbulkan kepanikan warga, hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.
Namun, gempa bumi dangkal seperti itu masih bisa menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan bangunan yang kurang kuat. Oleh karena itu, masyarakat harus selalu waspada dan siap menghadapi gempa bumi lainnya di masa depan.