Gempa Dangkal di Sulawesi Utara, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Jumat (5/1/2026), gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Gempa tersebut terjadi pada pukul 05.50.02 WIB dan memiliki episentrum di koordinat 0,33 Lintang Selatan dan 125,56 Bujur Timur.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi mengakibatkan tsunami. Namun, masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa informasi ini masih dalam proses pengolahan data dan dapat berubah seiring kelengkapan data.
Sementara itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk hanya mengandalkan informasi resmi dan tidak terpancing oleh isu atau kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mereka disarankan untuk memeriksa informasi terkini dari sumber-sumber resmi seperti TVRI, Radio Republik Indonesia (RRI), dan situs web BMKG.
Gempa ini telah menyebabkan perubahan kondisi cuaca di wilayah tersebut, tetapi belum ada informasi resmi tentang dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. Masyarakat diminta untuk mengikuti instruksi dari pemerintah dan lembaga penegakan hukum setempat untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan diri sendiri dan keluarga.
Jumat (5/1/2026), gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Gempa tersebut terjadi pada pukul 05.50.02 WIB dan memiliki episentrum di koordinat 0,33 Lintang Selatan dan 125,56 Bujur Timur.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi mengakibatkan tsunami. Namun, masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa informasi ini masih dalam proses pengolahan data dan dapat berubah seiring kelengkapan data.
Sementara itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk hanya mengandalkan informasi resmi dan tidak terpancing oleh isu atau kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mereka disarankan untuk memeriksa informasi terkini dari sumber-sumber resmi seperti TVRI, Radio Republik Indonesia (RRI), dan situs web BMKG.
Gempa ini telah menyebabkan perubahan kondisi cuaca di wilayah tersebut, tetapi belum ada informasi resmi tentang dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. Masyarakat diminta untuk mengikuti instruksi dari pemerintah dan lembaga penegakan hukum setempat untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan diri sendiri dan keluarga.