Gelembung Gas Muncul di Sungai Tripa Nagan Raya Aceh Pascabanjir

Sungai Tripa Nagan Raya Aceh Pascabanjir, Gelembung Gas Muncul, Warga Tak Sabar Tahu Asal Usulnya

Berdasarkan informasi yang diterima Tirto.id, masyarakat Desa Gunung Cut Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Aceh dikejutkan oleh kemunculan gelembung gas di aliran Sungai Tripa. Fenomena ini ditemukan setelah melanda banjir surut pada 26 November 2025 lalu.

Gelembung gas muncul di sejumlah titik di sungai yang terutama berkembang dari bekas endapan lumpur yang terbentuk akibat banjir. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya secara langsung mengambil langkah antisipasi dengan melakukan pemantauan dan pembatasan area. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Zulkifli menjelaskan bahwa fenomena alam ini mulai terlihat setelah banjir surut melanda wilayah itu.

Saat ini, aktivitas keluarnya gas masih diteruskan hingga awal Januari 2026. Warga Desa Gunung Cut dikejutkan oleh munculnya fenomena alam ini dan khawatir apakah aman untuk dikunjungi atau tidak.

Plt Zulkifli menjelaskan bahwa lokasi penemuan semburan gas telah diberi pembatas sementara dan dipantau secara berkala dengan aparatur desa bersama unsur terkait guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berisiko di sekitar lokasi tersebut.

Saat ini, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) turut meninjau langsung lokasi kemunculan gas di Dusun Pulo Raya Desa Gunong Cut untuk memastikan asal usul dan amanannya.

Badan Pengelola Migas Aceh menyatakan gas yang muncul dari dalam tanah tidak berbahaya bagi keselamatan masyarakat. Badan pengelola migas mengatakan bahwa jenis gas tersebut tidak mengandung hidrogen sulfida (H₂S) maupun karbon monoksida (CO). Selain itu, tekanan gas yang keluar juga tergolong kecil sehingga tidak menimbulkan risiko langsung bagi warga sekitar.
 
GASNYA BAHAYA SEBAGAI NYATA KEBANYAKAN NGABUR KEPADA ALAMATNYA TAPI TAPAPA GILA GINYA NGAKU, KORBANAN GASNYA AKAN JADI MASYAKAT YANG HAVAR KEKASIHANNYA!
 
ini kabar gembira! tapi jangan terlalu cepat kangenin ya.. apa ada yang bikin kita curiga sih kalau gas ini aman atau tidak? siapa tahu ada sumber daya alam yang luar biasa banyak di dalam tanah kita 😂. dan sebenarnya, saya pikir pemerintah kabupaten nagan raya sudah benar-benar bijak memantau dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. tapi, mungkin perlu ada penelitian lebih lanjut tentang asal usul gas ini kan? apa sih jenis gas itu? dan bagaimana cara mengatasinya jika terjadi kecelakaan..
 
aku pikir pemerintah kabupaten nagan raya harus lebih cepat dalam mengantisipasi fenomena alam ini, lama-lama bisa jadi gas yang keluar dari tanah itu berubah menjadi bencana 🚨. aku juga penasaran dengan asal usulnya sih, apa ada sumber minyak atau gas yang menyebabkan gelembung gas muncul di sungai tripa? aku harap BPMA bisa memberikan jawaban yang jelas tentang hal ini 💡. dan aku rasa warga desa gunung cut juga harus berhati-hati, meskipun gas yang keluar tergolong kecil, tapi masih ada risiko jika tidak diantisipasi 🤔.
 
Gue rasa kalau fenomena ini bisa dijadikan kesempatan untuk belajar tentang geologi dan sumber daya alam, apa yang dikatakan BPMA sih benar kok, gas tersebut tidak berbahaya... tapi gue masih penasaran bagaimana prosesnya bikin gelembung gas muncul di sungai... kayaknya perlu ada pembelajaran tentang geologi dan ilmu pengetahuan lainnya...
 
🤯 Gak percaya banjir surut gini bisa membuat sungai Tripa ini mengeluarkan gelembung gas! 😮 Bisa aja buat bingung warga Desa Gunung Cut apa harus capek atau nggak deh 🤣. Dan munculnya fenomena alam ini setelah banjir surut melanda wilayah itu, itu gak bisa jadi cerita sih 🙄. Badan Pengelola Migas Aceh kayaknya benar-benar canggih banget 💡, kalau tidak siapa yang tahu asal usul gas ini buat apa? 🤔. Dan tekanan gas yang keluar kecil, itu gak bisa jadi mainan sih 😂. Warga Desa Gunung Cut harus waspada dan aman-aman saja, karena kamu nggak tahu apa-apa yang bisa terjadi nanti 😬.
 
kembali
Top