Pemulihan Jejak Harimau Jawa Ditemukan di Gunungkidul, Warga Geger
Baru-baru ini, sebuah temuan jejak diduga tapak harimau Jawa dilakukan di proyek pembangunan pondok pesantren (Ponpes) Semanu, Kecamatan Candirejo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi yang dipilih oleh pekerja proyek tersebut adalah Panggul Kulon.
Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, Tugimayanto, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan di lokasi tersebut dan hasilnya minim sekali data. Menurutnya, tanda jejak diduga harimau tersebut sudah hilang akibat hujan deras yang turun kemarin.
"Tidak bisa memastikan jenis jejak itu karena minimal data," katanya. Namun, Tugimayanto menyatakan bahwa pihaknya akan tetap melakukan pengawasan di lokasi tersebut untuk melindungi satwa yang dilindungi undang-undang.
Menurutnya, di Gunungkidul masih terdapat habitat macan tutul, salah satunya di Girisubo. Namun untuk habitat harimau, Tugimayanto menyebut sudah tidak ada. "Memang untuk wilayah Gunungkidul, untuk jenis macan tutul masih ada tapi jumlahnya sangat sedikit. Tapi kalau keberadaan harimau sudah tidak ada. Jadi kalaupun ada itu mungkin jenis macan tutul, tapi itupun kami belum bisa memastikan."
Pemulihan jejak harimau Jawa tersebut membuat geger warga setelah seorang pekerja proyek pembangunan Ponpes Semanu merekam dan mengunggah temuan jejak itu di media sosial. Saksi yang bernama Heru Purwanto menjelaskan bahwa temuan jejak itu terjadi beberapa hari lalu saat ia hendak berangkat ke tempat kerja.
"Tiga hari yang lalu, pagi-pagi saya datang ke sini mau kerja lihat jejak harimau, itu jejaknya besar sekali seukuran telapak sapi. Tapi jejak itu sudah hilang karena kemarin kan hujan deras sekali," katanya kepada wartawan di Semanu, Gunungkidul.
Hal ini menambah semangat perhatian masyarakat atas konservasi satwa liar di wilayah Gunungkidul.
Baru-baru ini, sebuah temuan jejak diduga tapak harimau Jawa dilakukan di proyek pembangunan pondok pesantren (Ponpes) Semanu, Kecamatan Candirejo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi yang dipilih oleh pekerja proyek tersebut adalah Panggul Kulon.
Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, Tugimayanto, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan di lokasi tersebut dan hasilnya minim sekali data. Menurutnya, tanda jejak diduga harimau tersebut sudah hilang akibat hujan deras yang turun kemarin.
"Tidak bisa memastikan jenis jejak itu karena minimal data," katanya. Namun, Tugimayanto menyatakan bahwa pihaknya akan tetap melakukan pengawasan di lokasi tersebut untuk melindungi satwa yang dilindungi undang-undang.
Menurutnya, di Gunungkidul masih terdapat habitat macan tutul, salah satunya di Girisubo. Namun untuk habitat harimau, Tugimayanto menyebut sudah tidak ada. "Memang untuk wilayah Gunungkidul, untuk jenis macan tutul masih ada tapi jumlahnya sangat sedikit. Tapi kalau keberadaan harimau sudah tidak ada. Jadi kalaupun ada itu mungkin jenis macan tutul, tapi itupun kami belum bisa memastikan."
Pemulihan jejak harimau Jawa tersebut membuat geger warga setelah seorang pekerja proyek pembangunan Ponpes Semanu merekam dan mengunggah temuan jejak itu di media sosial. Saksi yang bernama Heru Purwanto menjelaskan bahwa temuan jejak itu terjadi beberapa hari lalu saat ia hendak berangkat ke tempat kerja.
"Tiga hari yang lalu, pagi-pagi saya datang ke sini mau kerja lihat jejak harimau, itu jejaknya besar sekali seukuran telapak sapi. Tapi jejak itu sudah hilang karena kemarin kan hujan deras sekali," katanya kepada wartawan di Semanu, Gunungkidul.
Hal ini menambah semangat perhatian masyarakat atas konservasi satwa liar di wilayah Gunungkidul.