Gegara Anak Buah, Purbaya Kena Sindir Prabowo saat Retret

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tersindir Presiden Prabowo Subianto saat retret Kabinet Merah-Putih di Hambalang, Bogor. Presiden menyinggung masalah under invoicing dan penghindaran pajak yang masih terjadi dan melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak.

Purbaya mengatakan, dia disindir dengan pernyataan Presiden saat pertemuan di Hambalang. Dia bilang, "Apakah kita akan mau dikibulin terus oleh (pegawai) Pajak dan Bea Cukai?" Purbaya percaya, pesan kepadanya itu dari Presiden.

Dia juga mengaku telah menemukan 10 perusahaan sawit yang melakukan under invoicing terhadap sekitar 50 persen volume ekspor mereka. Sementara itu, ada perusahaan baja asal Cina yang beroperasi secara ilegal di Indonesia.

Purbaya percaya, Presiden Prabowo hanya mengetahui gambaran besar terkait praktik under invoicing dan penghindaran pajak ini. Namun, sebagai Bendahara Negara, Purbaya merasa bahwa menuntaskan masalah-masalah tersebut menjadi tanggungjawabnya.

Dia berkomitmen untuk menyelesaikan masalah under invoicing dan penghindaran pajak dalam 6 bulan ke depan. Jika terus saja tidak ada perubahan, Purbaya akan "sikat" perusahaan-perusahaan tersebut secara total.
 
Kalau nggak salah, Menteri Keuangan itu bilang Presiden bilang dia tersindir, tapi sih dia nggak bilang apa-apa yang benar-benar sengaja ditujukan kepadanya. Tapi sih, dia harus merasa sakit-sakitan, kan? Karena ternyata masih banyak yang melakukan under invoicing dan penghindaran pajak di Indonesia.

Aku pikir Purbaya itu benar-benar serious banget, dia bilang ada 10 perusahaan sawit yang melakukan under invoicing, itu bukan mainan anak-anak! Dan perusahaan baja asal Cina yang beroperasi secara ilegal, itu nggak bisa diterima!

Aku harap Purbaya berhasil menyelesaikan masalah ini dalam waktu 6 bulan, tapi aku juga harap ada langkah tambahan dari pemerintah untuk mencegah hal ini terjadi lagi di masa depan. Karena, kalau tidak, sih kita akan terus berganti-ganti Menteri Keuangan yang harus menangani masalah ini. 🤦‍♂️
 
Pernyataan dari Menteri Keuangan Purbaya tentang apa yang dikatakan Presiden Prabowo Subianto saat retret Kabinet Merah-Putih itu agak susah dipahami, tapi saya pikir dia benar-benar mengalami sesuatu yang tidak nyaman 🤔. Di balik pernyataan Presiden itu, ada masalah-masalah yang serius di Indonesia yang memerlukan solusi cepat dan efektif. Menurut Purbaya, ada 10 perusahaan sawit yang melakukan under invoicing terhadap volume ekspor mereka yang mencapai 50 persen! 🤑 Ini benar-benar tidak adil bagi pemerintah Indonesia yang harus kehilangan pendapatan pajak dari perusahaan-perusahaan tersebut. Sementara itu, ada perusahaan baja asal Cina yang beroperasi secara ilegal di Indonesia, ini memang sangat mengkhawatirkan 🚨.

Saya setuju dengan Purbaya bahwa menuntaskan masalah-masalah tersebut menjadi tanggungjawabnya sebagai Bendahara Negara. Dia benar-benar memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini dalam 6 bulan ke depan. Saya harap dia bisa melakukan hal-hal yang tepat dan tidak ragu-ragu dalam menghadapi perusahaan-perusahaan tersebut. Jika tidak, saya pikir Purbaya harus bersedia "sikat" mereka secara total 💪.
 
Pesan Presiden yang bikin aku pikir ini: apa apa kalau kita hanya buat lalai? Kalau kita punya data yang jelas tentang under invoicing dan penghindaran pajak, tapi malah membiarkan hal itu terus berlanjut, apakah itu benar? Aku rasa kalau kita sudah cukup banyak membicarakan masalah ini. Sekarang waktunya untuk tindak lanjut. Menurutku, Purbaya memiliki tanggung jawab yang sangat penting di sini. Dia harus fokus dan tidak biarkan pesan Presiden membuatnya kewalahan. Aku harap dia bisa menyelesaikan masalah ini dalam waktu 6 bulan ke depan. Tapi, kalau tidak... aku rasa Purbaya harus tegas dan "sikat" perusahaan-perusahaan yang melakukan under invoicing dan penghindaran pajak secara total! 🤔💸
 
Sekarang kalau aku tahu siapa yang disindir, tapi kalau aku tahu siapa yang memang benar-benar salah... aku tidak paham lagi. Menteri Keuangan itu benar-benar menemukan 10 perusahaan sawit yang melakukan under invoicing? Aku ragu-ragu banget. Tapi kalau Presiden Prabowo benar-benar sengaja mengira dia disindir, aku tidak bisa membanting balik... tapi aku masih ragu-ragu... dan apa sih dengan 50 persen volume ekspor yang diinvoicing rendah? Aku rasa itu bukan masalah besar. Dan berapa sih jumlah perusahaan baja asal Cina yang beroperasi ilegal di sini? Sepertinya ada sesuatu yang tidak jelas...
 
Gue pikir Presiden Prabowo Subianto yang sering bikin kabar baik tapi kenyataannya dia sibuk buat ngelamun-ngelamun duit negara aja. Dia bilang "Apakah kita akan mau dikibulin terus oleh (pegawai) Pajak dan Bea Cukai?" apa lagi? Gue pikir itu teksar dari Presiden, tapi Purbaya sih bilang ada kesan ganti-ganti.
 
Sekarang ayo kita lihat siapa yang benar-benar takut dengan masalah under invoicing dan penghindaran pajak itu... 😒 Tapi serius, kalau dia bisa menemukan 10 perusahaan sawit yang melakukan under invoicing, itu bukan mainan banget! Dia harus ikuti jejaknya sampai ke akhir. Aku tidak percaya kalau Presiden Prabowo benar-benar tidak tahu apa-apa tentang masalah ini, tapi sebenarnya aku juga tidak yakin siapa yang benar-benar salah atau tidak... 🤔
 
kembali
Top