Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, punya janji gila untuk membongkar dan memindahkan makam ulama Islam Izzuddin al-Qassam di Haifa. Makam tersebut menjadi simbol perlawanan Palestina melawan Zionisme. Izzuddin al-Qassam, seorang pejuang Islam legendaris, meninggal dalam baku tembak pada tahun 1935 dan berjuang melawan Inggris dan Zionisme di Palestina. Ben-Gvir, yang dikenal sebagai menteri ekstremis Zionis Israel, mengunggah video di X menunjukkan dirinya menemani pasukan keamanan Israel saat mereka membongkar tenda doa di sebelah makam ulama tersebut.
Ben-Gvir menyebut Izzuddin al-Qassam sebagai "teroris" dan berjanji untuk membongkar makamnya. Dia juga mengatakan bahwa makam itu harus disingkirkan. Dengan demikian, Ben-Gvir punya janji gila untuk memecah kembali sejarah dan tradisi umat Islam di Palestina.
Makam Izzuddin al-Qassam telah beberapa kali dirusak selama bertahun-tahun. Namun, dengan pernyataan Ben-Gvir, makam tersebut akan menjadi target penghancuran. Ini menunjukkan bagaimana menteri ekstremis Zionis Israel memiliki tujuan untuk memecah kembali identitas dan warisan umat Islam di Palestina.
Ben-Gvir sebelumnya telah menyerukan penghancuran makam tersebut selama debat Parlemen pada bulan Agustus. Dengan demikian, janji gilanya untuk membongkar makam Izzuddin al-Qassam tidak berbeda dari janjinya sebelumnya. Ben-Gvir hanya memiliki tujuan untuk memecah kembali simbol perlawanan Palestina melawan Zionisme.
Ben-Gvir menyebut Izzuddin al-Qassam sebagai "teroris" dan berjanji untuk membongkar makamnya. Dia juga mengatakan bahwa makam itu harus disingkirkan. Dengan demikian, Ben-Gvir punya janji gila untuk memecah kembali sejarah dan tradisi umat Islam di Palestina.
Makam Izzuddin al-Qassam telah beberapa kali dirusak selama bertahun-tahun. Namun, dengan pernyataan Ben-Gvir, makam tersebut akan menjadi target penghancuran. Ini menunjukkan bagaimana menteri ekstremis Zionis Israel memiliki tujuan untuk memecah kembali identitas dan warisan umat Islam di Palestina.
Ben-Gvir sebelumnya telah menyerukan penghancuran makam tersebut selama debat Parlemen pada bulan Agustus. Dengan demikian, janji gilanya untuk membongkar makam Izzuddin al-Qassam tidak berbeda dari janjinya sebelumnya. Ben-Gvir hanya memiliki tujuan untuk memecah kembali simbol perlawanan Palestina melawan Zionisme.