Komunitas sepak bola Italia kembali bersemangat setelah pertandingan babak 16 besar Coppa Italia yang mengagumkan antara Fiorentina dan Como. Di laga yang memukau, tim asuhan Cesc Fabregas terpaksa menghadapi bencana kekalahan dengan skor jangka panjang 3-1.
Fiorentina, tuan rumah, langsung menekan pertandingan ini dengan intensitas tinggi, tetapi Como tidak mau kalah. Pertahanannya lincah dan tegas, membuat La Viola sulit menemukan celah untuk mencetak gol. Pada menit ke-8, serangan silang rendah oleh Giovanni Fabbian membawa hasilnya. Roberto Piccoli berhasil menyontek bola di depan bek Jacobo Ramon untuk menyambar bola jauh dari dekat, menjadi penyerang yang sangat berpengalaman.
Namun, kemenangan La Viola tidak bertahan lama. Di menit ke-20, serangan silang membawa hasilnya bagi Como. Luca Ranieri berhasil mengubah nasib permainan dengan tendangan sudut yang sempurna. Tasos Douvikas berhasil menyambar bola dan membuat Niccolò Fortini mencoba untuk mencegahnya tetapi tidak berhasil.
Pertandingan ini sangat dramatis, hingga kedua tim saling memukul gawangnya dan terpaksa melakukan perubahan pemain akibat cedera. Di menit ke-29, Douvikas harus ditarik keluar karena cedera pergelangan kaki. Hal ini memaksa Nico Paz masuk lebih awal dari rencana Fabregas.
Di babak kedua, pertandingan kembali menjadi lebih klinis bagi Como. Pada menit ke-60, pemain muda Niccolò Fortini membuat kesalahan dalam membuang umpan silang Ivan Smolcic. Bola liar langsung disambar Nico Paz dengan tendangan keras yang berhasil dihalau oleh Oliver Christensen.
Saat komunitas sepak bola Italia kira kira telah memprediksi bahwa kemenangan ini hanya sementara, dan hal itu terjadi setelah Roberto Piccoli harus ditarik keluar karena cedera otot adduktor. Tanpa ujung tombak utama, serangan Fiorentina kehilangan taji.
Puncaknya terjadi di masa injury time. Melalui skema serangan balik cepat, Nicolas Kuhn melakukan sprint dari separuh lapangan sebelum mengirimkan umpan matang kepada Alvaro Morata. Penyerang veteran yang baru kembali dari cedera tersebut dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong.
Morata tampak sangat emosional merayakan gol pertamanya sejak Mei 2025 tersebut, sekaligus mengunci kemenangan Como menjadi 3-1. Kemenangan ini menjadi sejarah baru bagi klub milik pengusaha asal Indonesia tersebut, karena merupakan pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir untuk berhasil menembus babak perempat final Coppa Italia.
Fiorentina, tuan rumah, langsung menekan pertandingan ini dengan intensitas tinggi, tetapi Como tidak mau kalah. Pertahanannya lincah dan tegas, membuat La Viola sulit menemukan celah untuk mencetak gol. Pada menit ke-8, serangan silang rendah oleh Giovanni Fabbian membawa hasilnya. Roberto Piccoli berhasil menyontek bola di depan bek Jacobo Ramon untuk menyambar bola jauh dari dekat, menjadi penyerang yang sangat berpengalaman.
Namun, kemenangan La Viola tidak bertahan lama. Di menit ke-20, serangan silang membawa hasilnya bagi Como. Luca Ranieri berhasil mengubah nasib permainan dengan tendangan sudut yang sempurna. Tasos Douvikas berhasil menyambar bola dan membuat Niccolò Fortini mencoba untuk mencegahnya tetapi tidak berhasil.
Pertandingan ini sangat dramatis, hingga kedua tim saling memukul gawangnya dan terpaksa melakukan perubahan pemain akibat cedera. Di menit ke-29, Douvikas harus ditarik keluar karena cedera pergelangan kaki. Hal ini memaksa Nico Paz masuk lebih awal dari rencana Fabregas.
Di babak kedua, pertandingan kembali menjadi lebih klinis bagi Como. Pada menit ke-60, pemain muda Niccolò Fortini membuat kesalahan dalam membuang umpan silang Ivan Smolcic. Bola liar langsung disambar Nico Paz dengan tendangan keras yang berhasil dihalau oleh Oliver Christensen.
Saat komunitas sepak bola Italia kira kira telah memprediksi bahwa kemenangan ini hanya sementara, dan hal itu terjadi setelah Roberto Piccoli harus ditarik keluar karena cedera otot adduktor. Tanpa ujung tombak utama, serangan Fiorentina kehilangan taji.
Puncaknya terjadi di masa injury time. Melalui skema serangan balik cepat, Nicolas Kuhn melakukan sprint dari separuh lapangan sebelum mengirimkan umpan matang kepada Alvaro Morata. Penyerang veteran yang baru kembali dari cedera tersebut dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong.
Morata tampak sangat emosional merayakan gol pertamanya sejak Mei 2025 tersebut, sekaligus mengunci kemenangan Como menjadi 3-1. Kemenangan ini menjadi sejarah baru bagi klub milik pengusaha asal Indonesia tersebut, karena merupakan pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir untuk berhasil menembus babak perempat final Coppa Italia.