FIFA Bisa Mengizinkan Atlet Rusia Bermain di Kompetisi Dunia
Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menyalahin skors terhadap timnas dan klub sepak bola Rusia. Ia mengatakan bahwa larangan tersebut tidak efektif dalam mengatasi perang yang masih berlangsung di Ukraina.
"Jika kita hanya melarang atlet Rusia bermain, akan hanya menciptakan lebih banyak rasa frustrasi dan kebencian," kata Infantino dikutip dari BBC. "Saya mulai mempertimbangkan bahwa dengan mengizinkan atlet Rusia bermain sepak bola di kancah dunia, mungkin lebih banyak membantu."
Infantino menyatakan bahwa memiliki perempuan dan laki-laki dari Rusia yang bisa bermain sepak bola di wilayah lain di Eropa akan membantu. Namun, tanggapan dari Menteri Olahraga Ukraina Matvii Bidnyi sangat keras.
"Larangan skors terhadap Rusia tidak boleh dicabut selama invasi terus berlangsung," tulis Bidnyi. "Saya sependapat dengan Asosiasi Sepak Bola Ukraina, yang juga memperingatkan agar Rusia tidak kembali ke kompetisi internasional."
Bidnyi juga menyarankan bahwa bendera dan simbol nasional Rusia tidak mendapat tempat di antara orang-orang yang menghormati nilai-nilai seperti keadilan, integritas, dan fair play.
Sementara itu, skors atas Rusia oleh FIFA dan UEFA ramai dikritik oleh pemerhati sepak bola dunia karena dianggap sebagai bentuk standar ganda. Di saat Rusia diskors FIFA dan UEFA atas invasi di Ukraina, kedua lembaga itu tak menerapkan kebijakan serupa atas genosida Israel di Gaza.
Kini, pernyataan Infantino tentang mengizinkan atlet Rusia bermain sepak bola di kompetisi dunia telah menjadi topik kontroversi. Apakah FIFA akan mempertahankan keputusan ini atau tidak?
Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menyalahin skors terhadap timnas dan klub sepak bola Rusia. Ia mengatakan bahwa larangan tersebut tidak efektif dalam mengatasi perang yang masih berlangsung di Ukraina.
"Jika kita hanya melarang atlet Rusia bermain, akan hanya menciptakan lebih banyak rasa frustrasi dan kebencian," kata Infantino dikutip dari BBC. "Saya mulai mempertimbangkan bahwa dengan mengizinkan atlet Rusia bermain sepak bola di kancah dunia, mungkin lebih banyak membantu."
Infantino menyatakan bahwa memiliki perempuan dan laki-laki dari Rusia yang bisa bermain sepak bola di wilayah lain di Eropa akan membantu. Namun, tanggapan dari Menteri Olahraga Ukraina Matvii Bidnyi sangat keras.
"Larangan skors terhadap Rusia tidak boleh dicabut selama invasi terus berlangsung," tulis Bidnyi. "Saya sependapat dengan Asosiasi Sepak Bola Ukraina, yang juga memperingatkan agar Rusia tidak kembali ke kompetisi internasional."
Bidnyi juga menyarankan bahwa bendera dan simbol nasional Rusia tidak mendapat tempat di antara orang-orang yang menghormati nilai-nilai seperti keadilan, integritas, dan fair play.
Sementara itu, skors atas Rusia oleh FIFA dan UEFA ramai dikritik oleh pemerhati sepak bola dunia karena dianggap sebagai bentuk standar ganda. Di saat Rusia diskors FIFA dan UEFA atas invasi di Ukraina, kedua lembaga itu tak menerapkan kebijakan serupa atas genosida Israel di Gaza.
Kini, pernyataan Infantino tentang mengizinkan atlet Rusia bermain sepak bola di kompetisi dunia telah menjadi topik kontroversi. Apakah FIFA akan mempertahankan keputusan ini atau tidak?