Kasus love scamming di Sleman Yogyakarta memang semakin mengejutkan. Banyak korban dari berbagai negara yang terkena penipuan ini, yaitu pihak perusahaan PT Altair Trans Service yang diduga melakukan kejahatan tersebut. Penyelidikan Polresta Yogyakarta akhirnya mengungkap enam tersangka dengan berperan sebagai CEO, HRD, project manager, team leader, serta dua orang karyawan lainnya.
Pernilai pihak perusahaan ini, PT Altair Trans Service merupakan perusahaan yang bekerja sama dengan aplikasi kencan daring WOW dari China. Para admin percakapan tersebut menggunakan akun palsu dan berpura-pura sebagai perempuan untuk memanfaatkan pengguna aplikasi untuk mengirimkan koin atau top up. Tujuan dari hal ini adalah agar pengguna bersedia membeli koin guna mengirim gift yang tersedia di dalam aplikasi. Setelah korban mengirim koin, mereka kemudian mengirim foto dan video pornografi secara bertahap.
Dari hasil penyelidikan Polresta Yogyakarta, polisi menyita empat kamera pengawas CCTV, dua router WiFi, 30 telepon genggam, serta 50 laptop yang berisikan foto dan video bermuatan pornografi. Dalam hal ini, polisi juga mengamankan 64 orang karyawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Yogyakarta.
Selain itu, hasil penyelidikan juga menyebutkan bahwa pendapatan bulanan dari pemilik PT Altair Trans Service sekitar Rp10 miliar per bulan. Dalam operasional ini, mereka dibagi ke dalam tiga shift dan setiap shift diharapkan mengumpulkan sedikitnya dua juta koin per bulan.
Dengan penyelidikan yang matang, Polresta Yogyakarta akhirnya berhasil menangkap enam tersangka yang berperan dalam kasus ini. Penyelidikan ini juga mengungkap praktik kejahatan penipuan dengan memanfaatkan video seksual yang berpotensi membahayakan banyak korban.
Pernilai pihak perusahaan ini, PT Altair Trans Service merupakan perusahaan yang bekerja sama dengan aplikasi kencan daring WOW dari China. Para admin percakapan tersebut menggunakan akun palsu dan berpura-pura sebagai perempuan untuk memanfaatkan pengguna aplikasi untuk mengirimkan koin atau top up. Tujuan dari hal ini adalah agar pengguna bersedia membeli koin guna mengirim gift yang tersedia di dalam aplikasi. Setelah korban mengirim koin, mereka kemudian mengirim foto dan video pornografi secara bertahap.
Dari hasil penyelidikan Polresta Yogyakarta, polisi menyita empat kamera pengawas CCTV, dua router WiFi, 30 telepon genggam, serta 50 laptop yang berisikan foto dan video bermuatan pornografi. Dalam hal ini, polisi juga mengamankan 64 orang karyawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Yogyakarta.
Selain itu, hasil penyelidikan juga menyebutkan bahwa pendapatan bulanan dari pemilik PT Altair Trans Service sekitar Rp10 miliar per bulan. Dalam operasional ini, mereka dibagi ke dalam tiga shift dan setiap shift diharapkan mengumpulkan sedikitnya dua juta koin per bulan.
Dengan penyelidikan yang matang, Polresta Yogyakarta akhirnya berhasil menangkap enam tersangka yang berperan dalam kasus ini. Penyelidikan ini juga mengungkap praktik kejahatan penipuan dengan memanfaatkan video seksual yang berpotensi membahayakan banyak korban.