Pihak Polresta Yogyakarta kembali menangkap kasus cinta palsu (love scamming) yang dilakukan PT Altair Trans Service, perusahaan yang terletak di Sleman. Kasus ini diperkirakan telah berlangsung selama sekitar satu tahun, dan memiliki kerahasiaan luas.
Saat ini, enam tersangka telah ditangkap, yaitu R (35 tahun), laki-laki CEO; H (33 tahun), perempuan HRD; P (28 tahun), laki-laki project manager; V (28 tahun), laki-laki team leader; G (22 tahun), laki-laki team leader; dan M (28 tahun), laki-laki project manager.
Penyebab dari kasus ini terjadi ketika perusahaan tersebut menggunakan aplikasi kencan daring, yang merupakan kloning dari aplikasi asal China bernama WOW. Para pegawai dipekerjakan sebagai admin percakapan yang berperan sebagai perempuan menyesuaikan dengan negara asal korban atau pengguna.
Modusnya adalah dengan menerima "gift" dari pengguna, kemudian mengirimkan konten secara bertahap berupa foto dan video bermuatan pornografi. Pengguna harus mengirimkan "gift" dengan besaran tertentu untuk mengakses foto dan video tersebut.
Dalam kasus ini, penipuan telah memanfaatkan warga negara asing dari beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia. Polisi juga menyita empat kamera pengawas (CCTV), dua router WiFi, 30 unit telepon genggam, serta 50 unit laptop yang ditemukan foto serta video bermuatan pornografi.
Saat ini, polisi telah menangkap 64 orang karyawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Yogyakarta. Penipuan love scamming tersebut diperkirakan telah menghasilkan Rp10 M per bulan, dan pendapatan bulanan pemilik PT Altair Trans Service juga berasal dari potongan gaji karyawan.
Saat ini, enam tersangka telah ditangkap, yaitu R (35 tahun), laki-laki CEO; H (33 tahun), perempuan HRD; P (28 tahun), laki-laki project manager; V (28 tahun), laki-laki team leader; G (22 tahun), laki-laki team leader; dan M (28 tahun), laki-laki project manager.
Penyebab dari kasus ini terjadi ketika perusahaan tersebut menggunakan aplikasi kencan daring, yang merupakan kloning dari aplikasi asal China bernama WOW. Para pegawai dipekerjakan sebagai admin percakapan yang berperan sebagai perempuan menyesuaikan dengan negara asal korban atau pengguna.
Modusnya adalah dengan menerima "gift" dari pengguna, kemudian mengirimkan konten secara bertahap berupa foto dan video bermuatan pornografi. Pengguna harus mengirimkan "gift" dengan besaran tertentu untuk mengakses foto dan video tersebut.
Dalam kasus ini, penipuan telah memanfaatkan warga negara asing dari beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia. Polisi juga menyita empat kamera pengawas (CCTV), dua router WiFi, 30 unit telepon genggam, serta 50 unit laptop yang ditemukan foto serta video bermuatan pornografi.
Saat ini, polisi telah menangkap 64 orang karyawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Yogyakarta. Penipuan love scamming tersebut diperkirakan telah menghasilkan Rp10 M per bulan, dan pendapatan bulanan pemilik PT Altair Trans Service juga berasal dari potongan gaji karyawan.