Fakta-Fakta Kasus Love Scamming di Sleman DIY dan Modusnya

Polisi Jelangkat Kasus Love Scamming di Sleman, Enam Orang Dibawa Tersangka

Pada Selasa (6/1/2026), polres Yogyakarta menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus love scamming yang dilancarkan oleh PT Altair Trans Service. Perusahaan ini terletak di Jalan Gito Gati, Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Perjalanan penyelidikan ini dimulai setelah muncul laporan dari warga yang mengalami penipuan online. Polisi berhasil menangkap enam korban tersangka dengan rincian: R, laki-laki (35) sebagai CEO; H, perempuan (33) sebagai HRD; P, laki-laki (28) sebagai project manager; V, laki-laki (28) sebagai team leader; G, laki-laki (22) sebagai team leader; dan M, perempuan (28) sebagai project manager.

Perusahaan yang diduga terlibat dalam kasus ini adalah PT Altair Trans Service. Sebagai perusahaan penyedia tenaga kerja sesuai permintaan klien atau pemilik aplikasi dari China. Perusahaan ini menggunakan aplikasi kencan daring yang merupakan kloning dari aplikasi asal China bernama WOW.

Modus love scamming dilakukan oleh para admin perusahaan tersebut dengan berpura-pura sebagai perempuan dan mengirimkan foto dan video bermuatan pornografi kepada pengguna aplikasi. Pengguna harus mengirimkan koin atau top up agar dapat mengirim gift yang tersedia di dalam aplikasi.

Polisi menemukan barang bukti, yaitu empat kamera pengawas (CCTV), dua router WiFi, 30 unit telepon genggam, serta 50 unit laptop yang di dalamnya ditemukan foto dan video bermuatan pornografi. Selain itu, juga diamankan 64 orang karyawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Yogyakarta.

Pendapatan bulanan dari praktik love scamming ini sudah mencapai Rp10 miliar per bulan, dan pendapatan tambahan berasal dari potongan gaji karyawan dengan nilai sekitar Rp750 ribu dari setiap karyawan per bulan.
 
Kasus love scamming di Sleman ini bikin penasaran banget! Mencari korban dengan menggunakan foto dan video pornografi itu jenuh banget. Kalau saya, kalau ada kasus like ini, aku akan langsung laporkannya ke polisi. Saya rasa penyelidikan yang dilakukan oleh polres Yogyakarta ini sudah cukup cepat dan efektif. Yang penting adalah mereka berhasil menangkap para admin perusahaan tersebut dan memecahkan rantai kasus ini. Saya harap juga ada upaya untuk mencegah kasus seperti ini terjadi lagi di masa depan. Dan, oh iya, saya rasa kalau PT Altair Trans Service harus mengakui kesalahan mereka sendiri dan tidak boleh melanjutkan bisnis dengan cara yang tidak etis.
 
aku pikir kasus ini super kejam banget, tapi juga terkenang dulu aku juga jatuh korban love scamming sama orang asing online, kayaknya kita harus lebih berhati-hati dengan hal ini... tapi aku senang juga lihat polisi sudah menangkap banyak korban dan beberapa admin perusahaan yang terlibat dalam kasus ini. semoga mereka bisa diperiksa dan dihukum sesuai hukum.
 
Wah, kasus ini sungguh bikin teriak! Para admin yang bikin love scamming ini benar-benar jelek banget! Mereka bisa menggunakannya untuk buat rute bisnis, tapi ternyata mereka lebih suka ngelamun dengan uang dari korban. Kamu tahu, aku masih ingat ketika kasus love scamming di Indonesia pertama kali muncul, banyak yang tergelincir. Tapi ini benar-benar kasus besar! Saya harap polisi bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan membuat para admin ini diprobobeskan segera!
 
aku pikir itu jauh dari etika banget... siapa nih yang terlibat di balik kasus ini? kalau mereka bisa mendapatkan uang dari seseorang yang sudah jatuh cinta, tapi korban itu gak ada apa-apa... aku pikir itu penipuan yang sangat berbahaya. dan kalau karyawan yang terlibat juga mendapatkan potongan gaji tambahan dari korban yang terjebak, itu jadi tidak adil banget... polisi harus paling serius dalam menyelidiki kasus ini agar tidak ada yang terlindungi atau terkecuali. aku rasa mereka harus diawasi lebih dekat.
 
Siapa yang pikir yang sedang bermain game online itu asli banget? Ada yang tahu kalau ada perusahaan di China yang jadi tuan rumahnya? Altair Trans Service, itu perusahaan keren deh... tapi jangan lupa, mereka gampang jadi korban sendiri. Mereka pakai aplikasi WOW dari China, kayaknya orang-orang di dalam perusahaan itu tidak punya ide sendiri deh.

Dan lho, mereka yang bermain game online itu, sepertinya mereka juga nggak sadar banget. Pengguna harus top up koin dan pengirim foto-video pornografi... serius, apa yang mereka pikir? Itu kalau sudah jadi korban, kayaknya mereka juga kurang cakap deh.

Sekarang aksi polres Yogyakarta, itu gampang kayaknya. Mereka menangkap 64 orang karyawan dan 6 orang admin, karena siapa yang tidak kenal siapa? Dan tambah lagi, ada barang bukti yang jelas-jelas mereka jadikan sebagai bukti, kayaknya tidak bisa dipertanyakan.

Tapi, apa yang menjadi pertanyaannya sekarang? Dampaknya dari kasus ini? Mereka yang korban, bagaimana caranya untuk pulih? Atau apakah mereka juga harus menjadi korban sendiri...
 
kembali
Top