Saham Emiten FMCG RI Melonjak 60%, Ini Kenapa?
Perusahaan distribusi barang kebutuhan cepat saji (FMCG) yang merupakan anak usaha dari PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) telah menarik perhatian investor asing. Saham PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM), emiten tersebut, melonjak 60% setelah memulai proses due diligence untuk diakuisisi oleh investor strategis.
Hal ini membuat harga saham GRPM naik hingga mencapai Rp134 per saham. Pergerakan harga saham ini merupakan sentimen positif pasar terhadap prospek bisnis perusahaan. Saham tersebut sebelumnya mengalami penghentian sementara perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena lonjakan harga yang signifikan.
Direktur Utama PMUI, Agus Susanto, menyatakan bahwa ada beberapa pendekatan dari investor asing terhadap GRPM, baik melalui penawaran kerja sama maupun potensi akuisisi strategis. Namun, manajemen menegaskan bahwa semua tawaran masih sedang dalam proses pengkajian due diligence.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa GRPM memang sedang dalam tahap proses due dilegence untuk diakuisis pihak asing. Hal ini menjadi alasan keberhasilan pergerakan harga saham yang menarik minat investor, baik asing maupun lokal.
Saham GRPM telah mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan sejak awal tahun 2026. Penjualan perusahaan tersebut didukung oleh momentum musiman seperti periode Ramadan dan momen festive yang memberikan kontributor signifikan terhadap volume penjualan tahunan.
Penarikannya, investor asing mulai memperhatikan peluang investasi strategis pada saham GRPM. Analis melihat bahwa perusahaan tersebut memiliki potensi pertumbuhan yang terukur jika mampu mempertahankan efisiensi biaya dan menguatkan margin profit di tengah persaingan distribusi FMCG yang ketat.
Dengan dinamika yang sedang berlangsung, GRPM muncul sebagai salah satu saham dengan story yang kuat di pasar modal Indonesia saat ini.
Perusahaan distribusi barang kebutuhan cepat saji (FMCG) yang merupakan anak usaha dari PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) telah menarik perhatian investor asing. Saham PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM), emiten tersebut, melonjak 60% setelah memulai proses due diligence untuk diakuisisi oleh investor strategis.
Hal ini membuat harga saham GRPM naik hingga mencapai Rp134 per saham. Pergerakan harga saham ini merupakan sentimen positif pasar terhadap prospek bisnis perusahaan. Saham tersebut sebelumnya mengalami penghentian sementara perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena lonjakan harga yang signifikan.
Direktur Utama PMUI, Agus Susanto, menyatakan bahwa ada beberapa pendekatan dari investor asing terhadap GRPM, baik melalui penawaran kerja sama maupun potensi akuisisi strategis. Namun, manajemen menegaskan bahwa semua tawaran masih sedang dalam proses pengkajian due diligence.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa GRPM memang sedang dalam tahap proses due dilegence untuk diakuisis pihak asing. Hal ini menjadi alasan keberhasilan pergerakan harga saham yang menarik minat investor, baik asing maupun lokal.
Saham GRPM telah mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan sejak awal tahun 2026. Penjualan perusahaan tersebut didukung oleh momentum musiman seperti periode Ramadan dan momen festive yang memberikan kontributor signifikan terhadap volume penjualan tahunan.
Penarikannya, investor asing mulai memperhatikan peluang investasi strategis pada saham GRPM. Analis melihat bahwa perusahaan tersebut memiliki potensi pertumbuhan yang terukur jika mampu mempertahankan efisiensi biaya dan menguatkan margin profit di tengah persaingan distribusi FMCG yang ketat.
Dengan dinamika yang sedang berlangsung, GRPM muncul sebagai salah satu saham dengan story yang kuat di pasar modal Indonesia saat ini.