Saham ZATA Jadi Sorotan Pasar: Mengapa Emiten Tekstil Subang Mencuri Perhatian Investor?
Saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), emiten tekstil muslim asal Subang, melonjak tajam di pasar pada Senin, 16 Januari 2026. Harga saham mencapai auto reject atas (ARA) setelah melonjok hingga 34,57 persen atau 28 poin. Dengan ini, saham ZATA ditutup di level 109.
Perkiraan kapitalisasi pasar ZATA menembus Rp 926 miliar, yang merupakan nilai yang cukup besar dan mencerminkan ekspektasi pasar tinggi terhadap prospek bisnis perseroan ke depan. Rasio price to earnings (P/E) mencapai 516 kali, yang juga menunjukkan nilai yang sangat positif.
Tapi apa penyebab saham ZATA melonjok seperti ini? Mengapa investor memilih untuk berinvestasi di emiten tekstil ini? Jawabannya terletak pada struktur pemegang saham utama. Pada awalnya, emiten ini dimiliki oleh PT Lembur Sadaya Investama dengan kepemilikan 68,71 persen. Kepemilikan ini kemudian diikuti oleh dua pemegang saham utama lainnya dari jajaran manajemen perseroan, yaitu Elidawati dan Henda Roshenda Noor.
Namun, yang paling menarik adalah adanya kepemilikan masyarakat non-warkat sebanyak 25,99 persen. Porsi ini mencerminkan kepemilikan publik yang cukup signifikan dan berkontribusi terhadap likuiditas perdagangan saham ZATA di pasar.
Jika Anda ingin memulai investasi dengan saham ZATA, perlu mempertimbangkan hal-hal seperti risiko investasi, potensi keuntungan, dan dampak dari struktur pemegang saham utama.
Saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), emiten tekstil muslim asal Subang, melonjak tajam di pasar pada Senin, 16 Januari 2026. Harga saham mencapai auto reject atas (ARA) setelah melonjok hingga 34,57 persen atau 28 poin. Dengan ini, saham ZATA ditutup di level 109.
Perkiraan kapitalisasi pasar ZATA menembus Rp 926 miliar, yang merupakan nilai yang cukup besar dan mencerminkan ekspektasi pasar tinggi terhadap prospek bisnis perseroan ke depan. Rasio price to earnings (P/E) mencapai 516 kali, yang juga menunjukkan nilai yang sangat positif.
Tapi apa penyebab saham ZATA melonjok seperti ini? Mengapa investor memilih untuk berinvestasi di emiten tekstil ini? Jawabannya terletak pada struktur pemegang saham utama. Pada awalnya, emiten ini dimiliki oleh PT Lembur Sadaya Investama dengan kepemilikan 68,71 persen. Kepemilikan ini kemudian diikuti oleh dua pemegang saham utama lainnya dari jajaran manajemen perseroan, yaitu Elidawati dan Henda Roshenda Noor.
Namun, yang paling menarik adalah adanya kepemilikan masyarakat non-warkat sebanyak 25,99 persen. Porsi ini mencerminkan kepemilikan publik yang cukup signifikan dan berkontribusi terhadap likuiditas perdagangan saham ZATA di pasar.
Jika Anda ingin memulai investasi dengan saham ZATA, perlu mempertimbangkan hal-hal seperti risiko investasi, potensi keuntungan, dan dampak dari struktur pemegang saham utama.