Ekonomi RI Kuartal III 2025 Naik 5,04%, KADIN Pacu Produktivitas

Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia menanjak setinggi 5,04% pada kuartal III ini. Sekarang, negara kita harus bergerak cepat meningkatkan Produktivitas untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen pada tahun 2029. Indonesia harus terus meningkatkan produktivitas nasional agar pertumbuhan ekonomi bisa digenjot mengejar pertumbuhan Vietnam yang sudah lebih dahulu mencapai 8 persen sejak kuartal-II 2025.

Pernahkah kalian tahu bahwa kontribusi Total Factor Productivity (TFP) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia hampir nol? Tapi, Vietnam dan China telah berhasil meningkatkan kontribusi TFP masing-masing sebesar 8 persen dan 26 persen. Mulai sekarang, kita harus lebih fokus untuk bersinergi meningkatkan produktivitas agar pertumbuhan 8 persen bisa kita capai secepatnya.

Pada kuartal III ini, produktivitas output PDB nominal per pekerja Indonesia rata-rata Rp 13,78 juta per bulan. Emasanya adalah sektor pertambangan dengan produktivitas pekerja 7x dibandingkan rata-rata. Sekitar dua sektor properti dan informasi & komunikasi juga memiliki produktivitas yang tinggi, yaitu sekitar 6x dibandingkan rata-rata. Namun, urutan keempat adalah sektor penyediaan listrik dan gas dengan Produktivitas PDB/pekerja sekitar 4x dibanding rata-rata.

Ternyata ada beberapa sektor yang memiliki produktivitas tinggi karena bersifat padat teknologi dan padat modal. Mereka membutuhkan SDM terampil yang berpendidikan tinggi untuk menjalankannya.

Menurut Ikhwan Primanda, Ketua Komite Tetap Perencanaan Ekonomi Kadin Indonesia, Indonesia harus mendorong investasi yang membawa teknologi yang tepat dan efektif untuk meningkatkan produktivitas berbagai sektor ekonomi. Sembari memastikan alih teknologi kepada pemain lokal.

Pernahkah kalian tahu bahwa industri pengolahan adalah penyumbang ekonomi terbesar Indonesia? Kontribusinya 19,15 persen terhadap PDB. Kuartal III – 2025, industri manufaktur berhasil tumbuh 5,54 persen y-o-y. PMI Manufaktur Indonesia juga sudah menunjukkan level ekspansi sejak bulan Agustus dan mencapai 51,2 pada September 2025.

Pertanian sebagai sektor kedua terbesar dengan kontribusi 14,35 persen terhadap PDB Indonesia, hanya tumbuh 4,93 persen pada Kuartal-III 2025. Namun, menyerap 28,15 persen pekerja Indonesia. Sekarang pertanian memiliki produktivitas sekitar 0,5 dari rata-rata nasional Produktivitas PDB per pekerja.

Kita harus terus mendorong modernisasi pertanian melalui inovasi dan investasi teknologi tepat guna, serta meningkatkan produksi melalui optimalisasi lahan dan pembukaan lahan pertanian dan perkebunan baru. Selain itu, sektor perikanan untuk mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

Sektor konstruksi yang kontribusinya 9,82 persen terhadap perekonomian hanya tumbuh 4,21 persen. Sementara sektor real estate hanya tumbuh 3,95 persen. Kadin berharap program KUR perumahan dapat meningkatkan pertumbuhan sektor real-estate dan konstruksi perumahan yang memiliki backward-linkage nya bisa meningkatkan 140-an jenis industri terkait.

Sektor pendidikan mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal-III 2025. Pertumbuhannya adalah sejalan dengan data mengenai peningkatan biaya masuk sekolah pada tahun ajaran baru. Tetapi kontribusi sektor jasa pendidikan terhadap total ekonomi baru hanya 2,74 persen. Kadin mendukung kenaikan gaji guru dan dosen pada tahun ini.

Sektor perusahaan tercatat tumbuh 9,94 persen. “Pertumbuhan sektor jasa perusahaan menjadi indikasi awal meningkatnya gairah berusaha di Indonesia,” kata Primanda.

Dari sisi pengeluaran (<em>demand</em>), perekonomian Indonesia tergantung pada konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 53 persen. Pada kuartal-III 2025, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,89 persen.

Kadin berharap pemerintah terus menjaga daya beli kelas menengah dan calon kelas menengah yang menyumbang lebih dari 80 persen konsumsi rumah tangga nasional agar permintaan barang/jasa terus meningkat.
 
Makasih, bro 🙏. Saya pikir pertumbuhan ekonomi kita ini pasti harus digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia, ya? 🤔 Seperti yang sudah dikatakan oleh Ikhwan Primanda, perusahaan-perusahaan lokal harus mendapatkan investasi yang tepat dan efektif untuk meningkatkan produktivitas berbagai sektor ekonomi. Kita tidak ingin terus bergantung pada teknologi asing, tapi buatan sendiri 🙅‍♂️. Dan juga harus meningkatkan inovasi di bidang pertanian dan perikanan agar kita bisa menjadi lumbung pangan dunia 💪. Yang penting, kita harus bersinergi dan bekerja sama untuk mencapai target 8 persen pertumbuhan ekonomi pada tahun 2029 📈.
 
Kalau gak salah, pertumbuhan ekonomi kita ini kayak ngedukutkan, kan? Pertumbuhannya 5,04% itu masih jauh dari target 8 persen yang mau dicapai tahun 2029. Dan kontribusi TFP yang hampir nol? Itu bikin kita sedang berlari di tempat aja. Vietnam dan China udah lebih dahulu mencapai 8 persen, kayaknya kita harus fokus banget meningkatkan produktivitasnya. Dan sektor mana yang memiliki produktivitas tinggi? Sementara itu, pertanian kayak begitu lambat, hanya tumbuh 4,93 persen. Dan konsumsi rumah tangga masih tumbuh langsung 4,89 persen. Itu bikin kita harus berpikir strategis banget agar tidak kalah dengan Vietnam dan China di permainan ini 🤔
 
Sekarang aja kalau kita serius nih, pertumbuhan ekonomi Indonesia itu penting banget. tapi kita harus lihat kemana lagi yang harus kita fokusin. industri manufaktur dan perikanan itu harus kita optimalkan terlebih dahulu. tambah lagi, teknologi juga penting untuk meningkatkan produktivitas kita. kalau kita nggak serius nih dengan teknologi, maka Vietnam dan China aja akan semakin depan.
 
😊 Pertumbuhan ekonomi Indonesia ya ini makin cepat, tapi kita harus ngawasi ke mana saja. Pertumbuhan sebesar 5,04% itu bukan main-main, tapi kita harus nge- optimize productivity ya! Kita harus meningkatkan produktivitas nasional agar kita bisa capai target pertumbuhan 8 persen pada tahun 2029.

Tapi, kontribusi Total Factor Productivity (TFP) masih terlalu rendah, di bawah 1%! Kita harus bekerja keras meningkatkan TFP ya! Vietnam dan China udah berhasil meningkatkan kontribusi TFP mereka masing-masing sebesar 8 persen dan 26 persen. 🤯

Produktivitas output PDB nominal per pekerja Indonesia rata-rata Rp 13,78 juta per bulan itu masih tergolong rendah. Emasanya adalah sektor pertambangan dengan produktivitas pekerja 7x dibandingkan rata-rata! 😅 Tapi kita harus fokus meningkatkan produktivitas di sektor lain juga ya!

Kita harus mendorong investasi yang tepat dan efektif untuk meningkatkan produktivitas berbagai sektor ekonomi. Dan kita harus memastikan alih teknologi kepada pemain lokal. 🤝

Industri pengolahan adalah penyumbang ekonomi terbesar Indonesia, tapi kontribusinya masih terlalu rendah! Kita harus modernisasi pertanian melalui inovasi dan investasi teknologi tepat guna! 🌾
 
🤔 Indonesia harus fokus meningkatkan Produktivitas, ya! Kontribusi TFP masih sangat rendah. Vietnam dan China sudah berhasil meningkatkan kontribusi mereka, jadi kita harus bergerak cepat juga! 🚀 Semoga pemerintah bisa memberikan dukungan yang baik kepada sektor-sektor yang membutuhkan teknologi dan modal yang tepat. 🤝 Kita harus terus mendukung pertanian dan perikanan agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia, ya! 🌾🐟
 
KATA KAMU PAK, JANGAN LUPA MENGUTIP CONTOH INDUSTRI PENYALuran YANG SUDAH DIPROSES SEBESAR 80 PERSEN! ITU BANGET, KITA HARUS TERUS BERNYAOK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS NASIONAL AGAR PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TERJADI NYATA, YA 🤩📈
 
omong omong, kalau gini kudu diatasi, Indonesia harus meningkatkan teknologi dan modal untuk meningkatkan produktivitas di berbagai sektor ekonomi 🤔💡. Pertanian dan perkebunan baru harus dikembangkan agar produksi dapat meningkat dan membantu menyerap beban 28,15 persen pekerja 🌾🏠. Kita juga harus memperhatikan sektor pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM terampil yang dibutuhkan oleh berbagai sektor ekonomi 📚💻. dan yang paling penting, kita harus mendorong investasi yang tepat dan efektif untuk meningkatkan produktivitas, serta memastikan alih teknologi kepada pemain lokal 💸👍.
 
kembali
Top