Dwi Pemain Liga 4 Jogja Tendang Kepala, Sanksi, & Kondisi Korban

Dwi Pilihanto, pemain amatir Liga 4 Jogja, menendang kepala lawan dalam laga sepak bola antara UAD FC dan KAFI Jogja. Aksi kekerasan ini terjadi pada Selasa (6/1/2026) di Lapangan Sitimulyo, Bantul.

Dwi Pilihanto yang memperkuat KAFI menendang kepala pemain UAD FC, Amirul Muttaqin. Peristiwa ini terjadi ketika Amirul tengah menggiring bola dan mencoba melepaskan diri dari pressing lawan setelah mendapatkan umpan lambung di tepi lapangan.

Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk KAFI itu, Dwi hanya mendapatkan kartu kuning dari wasit. Usai melakukan aksi kekerasan tersebut, Dwi Pilihanto kini mendapatkan sanksi, baik dari pihak klub maupun dari Komisi Disiplin Asosiasi Provinsi PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam unggahan akun Instagram resmi Asprov DIY, Dwi Pilihanto dikenai sanksi berupa denda sebesar Rp1 juta dan larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup. Sementara itu, KAFI Jogja juga kemudian memutuskan untuk memberhentikan Dwi Pilihanto sebagai pemain mereka.

Kondisi Amirul Muttaqin disebut tengah diawasi oleh pihak klub selama seminggu ke depan karena Amirul masih mengeluhkan sakit ketika menggunakan rahangnya untuk bicara dan mengunyah.
 
Aku pikir aksi kekerasan itu kayaknya terlalu berat banget, tapi aku juga paham bahwa di lapangan sepak bola ada kemungkinan aksi kekerasan bisa terjadi. Tapi kalau Dwi Pilihanto melakukan aksi seperti itu, dia pasti harus tahu bahwa itu tidak akan membuat KAFI Jogja senang dan juga tidak baik untuk rekan setimnya.

Aku ingin lihat bagaimana pihak klub dan asosiasi sepak bola Indonesia bisa mengatasi masalah ini dengan cara yang lebih baik. Dan aku juga berharap Amirul Muttaqin bisa sembuh cepat dari sakitnya itu 💊🏥
 
Bener kalau itu aksi kekerasan apa lagi di lapangan sepak bola kan? Dwi Pilihanto kayaknya tidak boleh duduk santai, harus belajar bermain dengan sopan 💪🏼. Sanksi Rp1 juta dan larangan hidup ini nanti bagaimana caranya sih? KAFI Jogja yang memutuskan untuk melepaskannya kayaknya gampang sekali, tapi siapa tahu Dwi masih bisa balas dagang di liga lain 🤔. Amirul Muttaqin yang sakit itu juga kayaknya perlu diperhatikan, bukan cuma duduk santai saja 😊.
 
Gue jadi penasaran banget dengan kisah Dwi Pilihanto, mantan pemain KAFI Jogja yang ngerjain kekerasan di lapangan. Gue ingat saat-saat gue bermain sepak bola, kita harus selalu berhati-hati kan? Padahal sekarang sepak bola jadi lebih agresif, semacam 'tangguh' aja ya... Mungkin ini karena gue lupa kalau sepak bola itu sport yang buat kita lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan. Tapi, siapa tahu, ini juga bikin pemain lain jadi lebih bersemangat dan berani bermain dengan semangat ya...
 
Hahahaha, sepak bola ni nggak boleh kekerasan, kan? Pemain harus bisa kontol diri sendiri aja nih! Dwi Pilihanto itu kayaknya harus belajar sedikit hal paling dasar dalam permainan sepak bola. Atapun, klubnya juga harus lebih serius banget dengan penanganan kasus ini, karena nanti kalau diingat kembali aksi kekerasan itu, maka reputasi dari timnya akan jelek banget!
 
Ggak bisa dipungut ngeri banget kalau pemain sepak bola itu serangan kepala pada lawan. Sepak bola harus ada batas, kan? Dwi Pilihanto itu jelas buat dihentikan seumur hidup dari sepak bola. Ggak usah terlambat lagi, kan?
 
Gue pikir aksi Dwi Pilihanto itu itu bisa dibilang tidak masuk akal, nggak peduli siapa lawannya, tapi apa yang penting adalah keselamatan pemain, bukan hasil pertandingan. Dwi itu sendiri udah ada kartu kuning, tapi tendang kepala Amirul Muttaqin itu kalau diartikan tidak masuk akal, karena gue rasa Dwi itu masih bisa berubah jadi pemain yang baik dengan penanganannya. Sanksi yang diberikan juga agak keras, Rp1 juta dan larangan beraktivitas seumur hidup? Gue rasa itu nggak adil banget, tapi setidaknya club KAFI memutuskan untuk melepaskannya, sehingga gue harap Dwi bisa belajar dari kesalahan itu.
 
kembali
Top