Duka di lapangan White Hart Lane menghantam Tottenham Hotspur. Meninggal dunia pada usia 80 tahun, Martin Chivers, legenda Spurs yang tak pernah dilupakan. Pemain berlapis-lapis seperti 'Big Chiv' ini bukan hanya pencetak gol ulung, melainkan simbol kejayaan The Lilywhites di era 1970-an.
Kisahnya dimulai pada tahun 1945, saat Chivers lahir di Southampton. Ia memiliki fisik yang menjulang tinggi dan kekuatan tubuh prima, namun diberkahi dengan kecepatan dan teknik yang sangat halus. Maka tidak heran jika mantan rekannya, Steve Archibald, menyematkan julukan "Rolls-Royce" kepadanya.
Chivers memecahkan rekor transfer Inggris saat itu dengan nilai £125.000, investasi yang dibayar lunas dengan trofi dan ratusan gol. Ia menjadi aktor utama saat Spurs menjuarai UEFA Cup 1972, mencetak dua gol kemenangan yang krusial di final leg pertama melawan Wolverhampton Wanderers.
Setelah meninggalkan Spurs pada 1976, Chivers melanjutkan petualangannya ke Swiss bersama Servette, lalu kembali ke Inggris membela Norwich City dan Brighton. Namun, ia tidak pernah benar-benar meninggalkan The Lillywhite. Chivers mendedikasikan masa pensiunnya sebagai duta klub dan tuan rumah yang ramah di White Hart Lane maupun stadion baru Tottenham Hotspur.
"Salah satu yang terhebat sepanjang masa", demikian pernyataan resmi dari pihak Spurs setelah meninggal dunia mantan striker legendaris mereka, Martin Chivers. Selamat jalan, Big Chiv. Gol-gol dan keanggunanmu akan selalu hidup dalam sejarah sepak bola Inggris.
Setiap kali memikirkan nama Martin Chivers, kita tidak bisa tidak merasa takjub dengan statistik yang menterengnya sebagai pencetak gol terbanyak Tottenham di musim 1970/71, 1971/72, dan 1972/73 secara beruntun. Ia menjadi simbol kejayaan The Lilywhites di era 1970-an, serta warisan abadi dalam sejarah sepak bola Inggris.
Kisahnya dimulai pada tahun 1945, saat Chivers lahir di Southampton. Ia memiliki fisik yang menjulang tinggi dan kekuatan tubuh prima, namun diberkahi dengan kecepatan dan teknik yang sangat halus. Maka tidak heran jika mantan rekannya, Steve Archibald, menyematkan julukan "Rolls-Royce" kepadanya.
Chivers memecahkan rekor transfer Inggris saat itu dengan nilai £125.000, investasi yang dibayar lunas dengan trofi dan ratusan gol. Ia menjadi aktor utama saat Spurs menjuarai UEFA Cup 1972, mencetak dua gol kemenangan yang krusial di final leg pertama melawan Wolverhampton Wanderers.
Setelah meninggalkan Spurs pada 1976, Chivers melanjutkan petualangannya ke Swiss bersama Servette, lalu kembali ke Inggris membela Norwich City dan Brighton. Namun, ia tidak pernah benar-benar meninggalkan The Lillywhite. Chivers mendedikasikan masa pensiunnya sebagai duta klub dan tuan rumah yang ramah di White Hart Lane maupun stadion baru Tottenham Hotspur.
"Salah satu yang terhebat sepanjang masa", demikian pernyataan resmi dari pihak Spurs setelah meninggal dunia mantan striker legendaris mereka, Martin Chivers. Selamat jalan, Big Chiv. Gol-gol dan keanggunanmu akan selalu hidup dalam sejarah sepak bola Inggris.
Setiap kali memikirkan nama Martin Chivers, kita tidak bisa tidak merasa takjub dengan statistik yang menterengnya sebagai pencetak gol terbanyak Tottenham di musim 1970/71, 1971/72, dan 1972/73 secara beruntun. Ia menjadi simbol kejayaan The Lilywhites di era 1970-an, serta warisan abadi dalam sejarah sepak bola Inggris.