Kedua super paktor Asia barat ini semakin tak terelakkan berkonfrontasi. China mengancam bakal melakukan tindakan agresi jika Jepang mencoba mengintervensi militer dalam situasi di Selat Taiwan, menurut tirto.id. Pernyataan itu diluncurkan oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Perlu diingat, China dan Jepang sudah berkonfrontasi karena keberatan masing-masing mengenai posisi mereka terhadap Taiwan. Meski ini sebenarnya adalah masalah yang sudah dikenal sejak tahun 1970-an, namun baru-baru ini, ketegangan antara kedua negara tersebut semakin membesar.
China menuntut Jepang untuk mengembalikan pernyataannya, sementara Jepang pun menolak. Pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi tentang kemungkinan respons militer jika Taiwan diserang seharusnya tidak dianggap sebagai tindakan agresi, menurut duta besar China untuk PBB Fu Cong.
China juga melarang para warga negara Jepang melakukan perjalanan ke Cina. Selain itu, kapal penjaga pantai Jepang semakin memantul ketegangan dengan patroli di sekitar Kepulauan Senkaku/Diaoyu yang diklaim kedua negara.
Kedua pihak pun membawa aspek ekonomi sebagai alat diplomasi tekanan. China memberlakukan larangan perjalanan, serta menekan sekolah Jepang di Cina. Pada saat yang sama, Jepang mempertahankan posisi bahwa komentarnya sesuai kebijakan keamanan yang sudah lama dianut.
Pembaca yang ingin mengetahui informasi seputar Jepang dapat mengunjungi situs ini.
Perlu diingat, China dan Jepang sudah berkonfrontasi karena keberatan masing-masing mengenai posisi mereka terhadap Taiwan. Meski ini sebenarnya adalah masalah yang sudah dikenal sejak tahun 1970-an, namun baru-baru ini, ketegangan antara kedua negara tersebut semakin membesar.
China menuntut Jepang untuk mengembalikan pernyataannya, sementara Jepang pun menolak. Pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi tentang kemungkinan respons militer jika Taiwan diserang seharusnya tidak dianggap sebagai tindakan agresi, menurut duta besar China untuk PBB Fu Cong.
China juga melarang para warga negara Jepang melakukan perjalanan ke Cina. Selain itu, kapal penjaga pantai Jepang semakin memantul ketegangan dengan patroli di sekitar Kepulauan Senkaku/Diaoyu yang diklaim kedua negara.
Kedua pihak pun membawa aspek ekonomi sebagai alat diplomasi tekanan. China memberlakukan larangan perjalanan, serta menekan sekolah Jepang di Cina. Pada saat yang sama, Jepang mempertahankan posisi bahwa komentarnya sesuai kebijakan keamanan yang sudah lama dianut.
Pembaca yang ingin mengetahui informasi seputar Jepang dapat mengunjungi situs ini.