Dua warga Kota Bandung, MN (26) dan RY (39), meninggal dunia setelah tertimbun tanah galian di bangunan bekas penggilingan padi Antapani. Dua orang ini menduga mencari harta karun, namun akhirnya terpeleset dan tertimbun tanah. Korban berinisial MN dan RY saat mencoba mengecek satu lubang di dekat lokasi penggilingan padi. Sebelumnya, sebulan sebelum peristiwa itu terjadi, kedua korban sempat melakukan ritual pencarian harta karun yang dibimbing oleh F, perempuan berinisial.
Menurut Kapolsek Antapani, Kompol Yusuf Tojiri, kedua korban mengikuti arahan dari F untuk mendatangi titik lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian harta karun. Setelah itu, mereka menggali tanah dekat lokasi penggilingan padi. Keduanya kemudian terpeleset dan tertimbun tanah galian tersebut.
Yusuf menambahkan bahwa di sekitar lokasi tersebut ada harta karun satu peti. Saat masuk ke dalam galian, dua korban kepleset dan tertimpa tanah. Istri MN langsung meminta bantuan petugas pemadam kebakaran Kota Bandung setelah mengetahui suaminya tertimbun tanah. Proses evakuasi berlangsung hingga kedua korban berhasil dikeluarkan dari dalam galian sekitar pukul 01.50 WIB. Namun, nyawa keduanya sudah meninggal dunia.
Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap perempuan berinisial F, yang diduga terlibat dalam ritual tersebut. Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam kejadian yang menewaskan dua orang tersebut.
Menurut Kapolsek Antapani, Kompol Yusuf Tojiri, kedua korban mengikuti arahan dari F untuk mendatangi titik lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian harta karun. Setelah itu, mereka menggali tanah dekat lokasi penggilingan padi. Keduanya kemudian terpeleset dan tertimbun tanah galian tersebut.
Yusuf menambahkan bahwa di sekitar lokasi tersebut ada harta karun satu peti. Saat masuk ke dalam galian, dua korban kepleset dan tertimpa tanah. Istri MN langsung meminta bantuan petugas pemadam kebakaran Kota Bandung setelah mengetahui suaminya tertimbun tanah. Proses evakuasi berlangsung hingga kedua korban berhasil dikeluarkan dari dalam galian sekitar pukul 01.50 WIB. Namun, nyawa keduanya sudah meninggal dunia.
Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap perempuan berinisial F, yang diduga terlibat dalam ritual tersebut. Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam kejadian yang menewaskan dua orang tersebut.