DPRD Surabaya Imbau Anggaran Rp 5 Juta per RW Fokus ke Literasi dan UMKM

Pemkot Surabaya menganggap, kebijakan anggaran kepemudaan Rp 5 juta per RW merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni menyatakan bahwa program ini bertujuan meningkatkan literasi digital anak muda agar dapat menangkal hoaks dan disrupsi informasi.

Pemkot Surabaya berencana untuk menggunakan anggaran Rp 5 juta per RW untuk memperkuat penguatan literasi digital dan pemasaran UMKM berbasis digital. Program ini akan diawasi dan diperbolehkan beroperasi selama tiga bulan. Selain itu, Pemkot Surabaya juga telah menetapkan parameter keberhasilan program ini.

Dengan demikian, generasi muda diharapkan untuk lebih berdaya saing dalam menghadapi tantangan era digital.
 
Aku pikir Rp 5 juta per RW itu cukup miring kan? Aku rasa kalau uang itu bisa digunakan untuk membayar listrik rumah, kayaknya tidak ada yang berasa terburu-buru ya. Tapi aku juga paham apa yang dibicarakan, karena generasi muda ini memang butuh pelatihan digital ya... tapi aku rasa lebih baik kalau diulang 2-3 kali dulu biar sih, jadi gak nggak terlalu terburu-buru.
 
Maksudnya 5 juta per RW itu kalau gak salah kan untuk membantu anak muda di wilayah itu agar lebih siap menghadapi era digital yang serius ya πŸ€”. Saya rasa ini langkah yang tepat banget, karena kalau kita nggak punya literasi digital yang baik, kita pasti akan kalah dengan orang lain di dunia digital πŸ˜‚. Aku harap program ini bisa berjalan lancar dan membawa hasil yang positif untuk generasi muda Surabaya πŸ’ͺ.
 
Saya pikir kalau punya budget 5 juta per RW buat meningkat literasi anak muda tapi juga harus ada contoh nyata aja, gak cuma kata-kata nggak ada kejadian nyata di lapangan. Saya harap program ini tidak hanya fokus pada literasi digital, tapi juga harus ada peningkatan keterampilan beronline dan digital marketing yang sesuai dengan kebutuhan umat kota.
 
Aku pikir program ini gampang sekali digagalkan sih, tapi aku setuju banget kalau kita harus terus meningkatkan literasi digital anak muda. Aku sendiri pernah belajar bahasa Inggris di SMA, tapi aku masih gak sabar-sabar aja ketika aku dipertanyakan tentang konsep-konsep teknologi yang sedang naik daun. Tapi kalau kita punya program seperti ini, aku yakin anak muda Surabaya akan lebih berani mencoba dan menemukan inovasi sendiri. Aku harap program ini juga bisa membantu meningkatkan kesadaran tentang digital literacy di kalangan orang tua dan guru-guru sekolah, agar mereka bisa mendukung anak-anaknya dalam belajar menghadapi era digital yang semakin cepat berubah πŸ€”πŸ’»
 
Wah kaya banget nih, Rp 5 juta per RW buat literasi digital anak-anak! Makanya seru deh kalau kita bisa menangkal hoaks dan disrupsi informasi ya... tapi aku penasaran, siapa yang bakal bertanggung jawab jika program ini gagal? Dan apa parameter keberhasilan itu, bagaimana caranya bisa diukur?
 
Kalau mau belajar dari orang lain pasti punya cerita sendiri πŸ™„. Tapi ini serius kok, kalau kita tidak siap dengan teknologi, kita bakal kalah... dan itu bukan cerita favorit! πŸ˜…
 
Aku pikir kalau nggak ada paksaan, anak-anak muda pasti tidak mau belajar literasi digital. Aku melihat banyak temen aku yang masih bergelut dengan hoax dan fake news, tapi mereka nggak pernah ingin belajar bagaimana cara membedakan kebenaran dari kebohongan πŸ˜’. Jadi, jika Paket 5 juta itu memang efektif, maka aku saru, tapi kalau tidak, aku akan bilang bahwa paksaan ini hanya menutup mata kita dari realitas.
 
Aku pikir kalau gini bisa membantu anak muda ngecek informasi yang benar dan tidak bermasalah, tapi apa jadi kalau ada lagi hoax yang terus datang? πŸ€” Aku rasa program ini harus diawali dengan pendidikan dasar tentang digital literacy, bukan hanya pemasaran UMKM. Dan aku penasaran, bagaimana cara Pemkot Surabaya akan mengantisipasi kehadiran hoax yang lebih serius di masa depan? πŸ€“ Kita harus terus berinovasi dan meningkatkan kemampuan kita untuk menangani perubahan teknologi. πŸ‘
 
Makasih banget ya kalau gak ada kebijakan seperti ini! πŸ™ Pemkot Surabaya memang benar-benar memiliki rencana yang solid untuk menyiapkan generasi muda di Surabaya, terutama dalam hal literasi digital. Saya pikir Rp 5 juta per RW itu cukup wajar, karena biaya operasionalnya cenderung tidak terlalu besar. Sayangnya, saya masih kekhawatiran bagaimana program ini akan dikelola dan dipantau. Perlu diingat bahwa literasi digital bukan hanya tentang memahami teknologi, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup kita sendiri.

Saya senang sekali pemerintah Surabaya telah menetapkan parameter keberhasilan program ini. Ini akan membantu kita memantau apakah program ini benar-benar efektif atau tidak. Saya harap generasi muda di Surabaya bisa manfaatkan program ini dan menjadi lebih berdaya saing dalam era digital yang semakin cepat berkembang! πŸ’»
 
Saya pikir ini langkah yang baik sekali! Rp 5 juta per RW nanti bisa dimana? Biar anak-anak kita nggak terjebak dengan halusinasi online, penting juga ngobat dengan media sosial yang serius. Saya harap pemerintah juga bisa memberikan contoh nyata dari program ini, bukan cuma kata-kata aja, ya! πŸ€”
 
Aku pikir program ini jadi bukti bahwa pemerintah benar-benar peduli dengan kemudahan anak muda di kota Surabaya. tapi aku rasa kita harusnya juga memikirkan bagaimana agar anak muda tidak terjebak dalam kesibukannya, gak cuma sekedar bisa menangkal hoaks aja. kita harus belajar untuk menggunakan teknologi dengan bijak, dan tidak hanya sekadar mengikuti tren. jadi, aku harap Pemkot Surabaya juga mempertimbangkan pendidikan tentang penggunaan teknologi yang sebenarnya berarti. πŸ€”
 
Sudah jelas kan? Mereka ingin meningkatkan literasi digital anak muda agar bisa menangkal hoaks dan disrupsi informasi... tapi bagaimana kalau mereka yang kurang awas teknologi, kayak aku dulu, bisa tertinggal di belakang mereka yang pintar banget dengan teknologi? πŸ€”

Aku rasa Rp 5 juta per RW terlalu sedikit untuk membantu generasi muda. Aku pikir sebaiknya mereka menggunakan uang tersebut untuk membuat program pelatihan yang lebih lengkap, seperti bagaimana cara membuat konten digital yang berkualitas, cara mengembangkan bisnis online, itu kan yang penting di era digital ini! πŸ€‘

Tapi, aku juga tidak yakin tentang parameter keberhasilan program ini. Aku rasa perlu ada peninjauan ulang agar tidak ada kesalahan dalam pelaksanaan. Aku juga ingin tahu bagaimana hasilnya akan dinilai dan diukur... πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Wow! 🀩
Aku pikir ini ide yang keren banget! πŸ’‘ Meningkatkan literasi digital anak-anak muda pasti akan sangat membantu mereka dalam menghadapi era digital yang cepat berkembang seperti ini. Interesting! πŸ“Š Pemkot Surabaya benar-benar memiliki rencana yang jelas untuk memperkuat penguatan literasi digital dan pemasaran UMKM berbasis digital, itu pasti akan membuat anak muda lebih mandiri dan berdaya saing di pasar.
 
Kalo nggak salah informasinya, pemkot Surabaya mau buat anak muda lebih pintar digital! πŸ€“πŸ“š Langkah ini penting banget, nih! πŸ™Œ Kita harus siap-siap dengan teknologi yang makin canggih dan gampang dipalsukan. Hoaks dan disrupsi informasi bisa bikin kita kesal dan sulit percaya. 😬 Jadi, pemkot Surabaya buat program ini untuk meningkatkan literasi digital anak muda. Mereka akan belajar bagaimana cara menangkal hal-hal yang salah atau palsu di internet. πŸ€”πŸ“Š Saya setuju dengan rencana ini! Kita harus siap-siap dan tahu berapa kita bisa menghadapi era digital yang makin cepat! πŸ’¨
 
program anggaran Rp 5 juta per RW itu kayaknya buat mereka belajar ngebawa teknologi dengan baik kan πŸ€–πŸ’». kalau mereka bisa lebih literasi di era digital pasti mereka akan banyak menangkal hoax & informasi yang salah. tapi aku tahu, keberhasilan program ini masih harus dipantau dan disoroti. gak boleh ada efek sampingan ya 😊.
 
Menganggap Rp 5 juta per RW itu cukup bikin penasaran, sih... Bagaimana kalau dibandingin dengan tahun-tahun lalu? Apakah sudah ada program seperti ini sebelumnya? Dan bagaimana caranya Pemkot Surabaya akan memastikan bahwa kebijakan ini bisa benar-benar membantu generasi muda. Saya berharap ada transparansi dalam pengelolaan anggaran itu, ya...
 
Gue pikir pemerintah Surabaya benar-benar pintar sih... Rp 5 juta per RW buat kebutuhan literasi digital anak muda itu cukup mahal banget! Tapi, gue juga mengerti betapa pentingnya generasi muda harus siap untuk menghadapi era digital ini.

Gue bayangkan, jika kita semua bisa menangkal hoaks dan disrupsi informasi, maka kita akan lebih aman dari manipulasi informasi yang salah!

Gue ada ide, kenapa tidak membuat program ini lebih transparan? Misalnya, kita buat diagram flow jalan-bijakanya program ini, apakah itu termasuk dalam anggaran Rp 5 juta per RW atau tidak? Kita juga bisa membuat chart untuk melacak parameter keberhasilan program ini.

Saya rasa, dengan cara seperti ini, kita bisa membuat program ini lebih efektif dan efisien.
 
Program anggaran Rp 5 juta per RW kayaknya kayak sekolah digital ya πŸ€–. Membantu muda-mudi belajar literasi digital, ngerti cara menangkal hoaks dan informasi palsu. Kalau di Surabaya ini, aku senang lihat kalangan muda yang berinventif dan proaktif dalam menghadapi era digital. Tapi, kalau diuji coba siapa tahu program ini bisa jadi ngeliat atau tidak efektif? 😐
 
Aku paham dengan niat baik dari Pemkot Surabaya πŸ€”, tapi aku sengaja tidak tahuapa apa kebijakan anggaran Rp 5 juta per RW itu bisa diawasi dan diperbolehkan beroperasi selama tiga bulan aja! πŸ˜‚ Siapa bilang program ini bisa selesai dalam waktu singkat? Aku rasa program ini butuh lebih banyak waktu dan sumber daya untuk bisa sebenarnya menyesuaikan generasi muda dengan era digital. πŸ€–
 
kembali
Top