DPD RI memberikan ruang kajian untuk Pilkada Gubernur tak langsung, sementara biaya politik di Indonesia dianggap mahal. Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan biaya dalam sistem demokrasi sangat tinggi mulai dari DPRD hingga pemilihan presiden. Menurutnya, biaya politik di Indonesia cukup tinggi dan bisa diibaratkan sebagai salah satu faktor yang perlu dievaluasi.
Sultan juga menilai bahwa mekanisme langsung perlu ditinjau ulang dan tidak ada keputusan dari lembaga DPD RI terkait hal tersebut. Meski demikian, Sultan berpandangan bahwa jalan tengah bisa diambil dengan membedakan mekanisme pemilihan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Sultan menyebutkan bahwa Pilkada gubernur secara tidak langsung masih bisa dipertimbangkan karena posisi gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Namun, beliau menekankan bahwa tidak semua Pilkada harus ditempuh melalui mekanisme tidak langsung.
Menurut Sultan, efisiensi demokrasi tidak boleh mengorbankan kualitas dan substansi kedaulatan rakyat. DPD RI akan mengkaji kedua pendekatan tersebut secara mendalam untuk memastikan demokrasi lebih efisien dan efektif tanpa menghilangkan makna dan kebijaksanaannya.
Sultan juga menilai bahwa mekanisme langsung perlu ditinjau ulang dan tidak ada keputusan dari lembaga DPD RI terkait hal tersebut. Meski demikian, Sultan berpandangan bahwa jalan tengah bisa diambil dengan membedakan mekanisme pemilihan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Sultan menyebutkan bahwa Pilkada gubernur secara tidak langsung masih bisa dipertimbangkan karena posisi gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Namun, beliau menekankan bahwa tidak semua Pilkada harus ditempuh melalui mekanisme tidak langsung.
Menurut Sultan, efisiensi demokrasi tidak boleh mengorbankan kualitas dan substansi kedaulatan rakyat. DPD RI akan mengkaji kedua pendekatan tersebut secara mendalam untuk memastikan demokrasi lebih efisien dan efektif tanpa menghilangkan makna dan kebijaksanaannya.