Dolar AS Terbang, Bos Pengembang Ketakutan karena Ini

Dolar AS Terbang, Bos Pengembang Ketakutan Karena Ini

Kenaikan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali memicu kekhawatiran di sektor properti. Harga material bangunan yang masih bergantung pada impor akan naik jika dolar AS meningkat, seperti yang dikatakan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas), M. Syawali Pratna.

Namun, pengembang lebih menahan diri karena tidak ingin menaikkan harga sementara untuk masyarakat yang masih dalam fase pemulihan. Mereka berharap koreksi nilai tukar bisa segera terjadi untuk menghindari biaya produksi yang melonjak.

Selain itu, Syawali juga menilai dukungan pemerintah perlu diperluas untuk membantu segmen rumah komersial yang belum mendapatkan perlindungan serupa. Ia berharap pemerintah bisa turun tangan menangani banyak hal, termasuk material dan harga konstruksi.

Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo masih memiliki potensi untuk meningkatkan penjualan properti, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, pengembang perlu siap menghadapi fluktuasi kurs dolar AS yang dapat mempengaruhi biaya produksi dan harga material bangunan.

Dengan demikian, pengembang harus lebih hati-hati dalam menentukan harga dan strategi pemasaran untuk menghindari dampak negatif dari kenaikan dolar AS.
 
Aku pikir jadi ini nih, kenaikan rupiah terhadap dolar AS bisa bikin segmen properti Indonesia makin stabil. Mungkin pengembang akan lebih berhati-hati dalam menentukan harga dan strategi pemasaran, supaya biaya produksi tidak melonjak. Aku harap giliran program Satu Juta Rumah untuk membuat banyak orang mendapatkan rumah yang nyaman. Dan aku senang sekali giliran material bangunan juga bisa lebih mudah diperoleh, biar bukannya bikin harga naik. 🤞
 
ini kayaknya bisa jadi salah satu masalah yang kita hadapi di tahun ini ya 🤔 material bangunan masih terlalu bergantung pada impor, kalau dolar AS naik harga aja nanti sih 📈 tapi pengembang juga harus berhati-hati dengan kenaikan biaya produksi. mungkin pemerintah bisa memberikan bantuan lebih untuk segmen rumah komersial yang belum banyak mendapatkan perlindungan, sehingga bisa meningkatkan penjualan properti dan membantu masyarakat yang masih dalam fase pemulihan 🏠💕
 
omong omongan di sektor properti kayaknya perlu dipantau deh, kalau dolar as terus naik harga material bangunan pasti akan naik juga, kayaknya pengembang harus siap untuk menyesuaikan biaya produksi dan strategi pemasaran. tapi aku rasa program satu juta rumah itu masih memiliki potensi besar, kalau bisa dipasarkan dengan tepat biar banyak orang bisa mendapatkan rumah impian mereka 😊
 
Aku pikir hal ini gampang-gamping, tapi aku tidak bisa bantah kalau kenaikan nilai rupiah terhadap dolar AS memang membuat segmen properti kekhawatiran. Tapi, aku yakin kalau pengembang masih bisa menjaga harga rumah agar tetap terjangkau bagi masyarakat yang masih dalam fase pemulihan.

Aku pikir program Satu Juta Rumah itu benar-benar perlu diimplementasikan dengan baik, agar orang-orang yang kurang mampu bisa memiliki tempat tinggal yang nyaman. Tapi, aku harap pemerintah tidak hanya fokus pada program-program saja, tapi juga harus turun tangan untuk membantu segmen rumah komersial yang belum mendapatkan perlindungan serupa.

Aku rasa kenaikan nilai dolar AS memang membuat segmen properti kekhawatiran, tapi aku yakin kalau dengan strategi yang tepat, pengembang bisa menghindari dampak negatif dari kenaikan dolar AS. Kita harus berharap koreksi nilai tukar bisa segera terjadi, agar biaya produksi dan harga material bangunan tidak melonjak. 🤞
 
aku pikir ini kayak kalender birokrasi ya, kenaikan rupiah terhadap dolar AS memicu kekhawatiran di sektor properti, tapi siapa yang tidak tahu itu already happened 5 tahun lalu juga! 🤦‍♂️ apa yang berbeda lagi?

tapi kayaknya penting banget untuk asprumnas dan pengembang menangani fluktuasi kurs dolar AS. aku rasa mereka harus lebih bijak dalam menentukan harga dan strategi pemasaran, jangan sampai biaya produksi naik terlalu cepat!

dan siapa yang tidak setuju dengan program satu juta rumah? itu ide bagus banget untuk meningkatkan penjualan properti, tapi kita harus ingat bahwa pengembang harus siap menghadapi fluktuasi kurs dolar AS dan biaya produksi yang melonjak! 📈
 
Kalau mau tahu benar dari mana sebenarnya perubahan nilai tukar itu, gue pikir pemerintah harus buka keran dan beritahu rakyat apa yang sebenarnya terjadi di luar negeri. Tapi, di sisi lain, kalau pemerintah turun tangan untuk membantu sector properti, saya setuju juga. Gue pikir bisa membuat program yang lebih baik, seperti program bantuan material bangunan dengan keterbatasan waktu dan biaya. Dengan cara ini, pengembang pun tidak perlu khawatir tentang harga material dan biaya produksi yang melonjak 😊.
 
kembali
Top