Pada awal tahun, umat Katolik merayakan Epifani, yang dikenal pula sebagai "Natal Kecil". Pada pekan Epifani, umat biasanya menerima kapur epifani yang telah diberkati di gereja, lalu menggunakannya untuk menulis tanda di pintu rumah. Hal ini merupakan tradisi devosional yang hidup dalam Gereja. Penulisan tanda epifani sendiri dapat dilakukan saat hari raya atau beberapa hari sesudahnya, dipimpin oleh kepala keluarga atau dilakukan bersama seluruh anggota keluarga.
Tradisi CMB, yaitu "Christus Mansionem Benedicat" atau "Semoga Kristus memberkati rumah ini", dalam perayaan Epifani bukan sekadar kebiasaan turun-temurung. Melainkan sarat makna rohani yang mendalam. Melalui tanda sederhana di pintu rumah, umat diajak untuk memperbarui iman dan menyerahkan seluruh kehidupan keluarga kepada Kristus.
Tanda "20 + C + M + B + 26" buka sekadar tulisan biasa. Namun, angka-angka tersebut memiliki makna yang mendalam. Angka 20 dan 26 menandakan awal dan akhir tahun berjalan. Sementara itu, huruf-huruf C, M, dan B merupakan singkatan dari bahasa Latin "Christus Mansionem Benedicat".
Tradisi CMB, yaitu "Christus Mansionem Benedicat" atau "Semoga Kristus memberkati rumah ini", dalam perayaan Epifani bukan sekadar kebiasaan turun-temurung. Melainkan sarat makna rohani yang mendalam. Melalui tanda sederhana di pintu rumah, umat diajak untuk memperbarui iman dan menyerahkan seluruh kehidupan keluarga kepada Kristus.
Tanda "20 + C + M + B + 26" buka sekadar tulisan biasa. Namun, angka-angka tersebut memiliki makna yang mendalam. Angka 20 dan 26 menandakan awal dan akhir tahun berjalan. Sementara itu, huruf-huruf C, M, dan B merupakan singkatan dari bahasa Latin "Christus Mansionem Benedicat".