Dampak Pemblokiran Grok di Twitter, Warganet Keluhkan Akses DM yang Gagal.
Sejak Jumat lalu, pengguna Twitter di Indonesia dan negara lain mengeluhkan gagalnya akses Direct Message (DM) mereka. Kini, beberapa hari kemarin, masalah ini tetap berlanjut hingga hari ini. Warganet dari berbagai negara, termasuk Indonesia, mengeluhkan tidak bisa membuka DM dengan status "Disconnected" atau tidak terhubung.
"Gabisa buka dm," tulis akun @fluffysnorlax_, mendapat respons dari 479 akun yang juga mengeluh. Sementara itu, @thisishrphinaa menyatakan pengalamannya saat mencoba akses DM, "Owalah kirain cm gw doang, ga bisa lihat followers dan following jugak."
Beberapa warganet menyarankan untuk menggunakan VPN atau menyalakan DNS untuk mengatasi masalah ini. Namun, setelah menggunakan VPN, DM mereka bisa dibuka kembali. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok yang digunakan di Twitter.
Langkah ini diambil untuk melindungi perempuan, anak, dan masyarakat dari risiko konten pornografi palsu berbasis kecerdasan artifisial, termasuk praktik deepfake seksual nonkonsensual. Kemudian, Komdigi juga meminta Platform X untuk memberikan klarifikasi terkait dampak negatif penggunaan Grok.
Sejak Jumat lalu, pengguna Twitter di Indonesia dan negara lain mengeluhkan gagalnya akses Direct Message (DM) mereka. Kini, beberapa hari kemarin, masalah ini tetap berlanjut hingga hari ini. Warganet dari berbagai negara, termasuk Indonesia, mengeluhkan tidak bisa membuka DM dengan status "Disconnected" atau tidak terhubung.
"Gabisa buka dm," tulis akun @fluffysnorlax_, mendapat respons dari 479 akun yang juga mengeluh. Sementara itu, @thisishrphinaa menyatakan pengalamannya saat mencoba akses DM, "Owalah kirain cm gw doang, ga bisa lihat followers dan following jugak."
Beberapa warganet menyarankan untuk menggunakan VPN atau menyalakan DNS untuk mengatasi masalah ini. Namun, setelah menggunakan VPN, DM mereka bisa dibuka kembali. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok yang digunakan di Twitter.
Langkah ini diambil untuk melindungi perempuan, anak, dan masyarakat dari risiko konten pornografi palsu berbasis kecerdasan artifisial, termasuk praktik deepfake seksual nonkonsensual. Kemudian, Komdigi juga meminta Platform X untuk memberikan klarifikasi terkait dampak negatif penggunaan Grok.