Dalam beberapa jam terakhir, pengguna Twitter di seluruh dunia mengalami kesulitan saat mencoba mengakses fitur Direct Message (DM). Meskipun sudah lebih dari 24 jam sejak Jumat lalu, beberapa pengguna masih tidak dapat membuka DM mereka. Aplikasi ini juga mengalami gangguan saat memantau timeline dan menambahkan pengikut.
Pengguna Twitter dari Indonesia dan negara lainnya mengeluh bahwa mereka tidak dapat mengakses DM dengan status "Disconnected" atau tidak terhubung. Beberapa pengguna berbagi pengalaman mereka, seperti @fluffysnorlax yang tulis, "Gabisa buka dm".
Mengenai penyebab kesalahan ini, masih belum ada klarifikasi dari pihak Twitter. Namun, beberapa pengguna berpendapat bahwa permasalahan ini terkait dengan pemblokiran Grok, AI yang ada di Twitter. Beberapa pengguna berharap Twitter kembali memperbaiki fitur DM sebelumnya.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok karena kekhawatiran mengenai konten pornografi palsu berbasis kecerdasan artifisial. Pemutusan akses ini dilakukan untuk melindungi perempuan, anak-anak, dan masyarakat dari risiko deepfake seksual non-konsensual.
Twitter tidak yet memberikan klarifikasi terkait dampak negatif penggunaan Grok.
Pengguna Twitter dari Indonesia dan negara lainnya mengeluh bahwa mereka tidak dapat mengakses DM dengan status "Disconnected" atau tidak terhubung. Beberapa pengguna berbagi pengalaman mereka, seperti @fluffysnorlax yang tulis, "Gabisa buka dm".
Mengenai penyebab kesalahan ini, masih belum ada klarifikasi dari pihak Twitter. Namun, beberapa pengguna berpendapat bahwa permasalahan ini terkait dengan pemblokiran Grok, AI yang ada di Twitter. Beberapa pengguna berharap Twitter kembali memperbaiki fitur DM sebelumnya.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok karena kekhawatiran mengenai konten pornografi palsu berbasis kecerdasan artifisial. Pemutusan akses ini dilakukan untuk melindungi perempuan, anak-anak, dan masyarakat dari risiko deepfake seksual non-konsensual.
Twitter tidak yet memberikan klarifikasi terkait dampak negatif penggunaan Grok.