Dirut BEI Mundur, Menkeu Purbaya: Dia Melakukan Kesalahan Fatal

Pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak bisa disangkal lagi. Menurut Purbaya, pengunduran Iman merupakan langkah positif dan bentuk tanggung jawab yang diambil atas kesalahan fatal karena tidak menindaklanjuti peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ihwal itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok delapan persen dan mengalami perdagangan terhenti selama dua hari. Kesempatan ini memberi Purbaya kesempatan untuk mengeksplorasi apa yang salah dengan pengelolaan Bursa Efek Indonesia.

Menurutnya, Iman sebagai pucuk pimpinan BEI tidak mengindahkan peringatan MSCI. Lembaga tersebut membekukan proses review dan rebalancing saham-saham Indonesia karena peningkatan transparansi dan akuntabilitas tidak segera diwujudkan.

Dengan kata lain, kesalahan Iman yang fatal karena tidak menindaklanjuti peringatan dari MSCI telah menyebabkan koreksi yang dalam pada pasar saham. Padahal, fondasi ekonomi Indonesia cukup kuat dan tidak ada bukti bahwa ekonominya nggak stabil.

Pembicaraan Purbaya tersebut berawalan dari pengumuman pengunduran diri Iman Rachman setelah IHSG anjlok delapan persen dan mengalami perdagangan terhenti. Iman menyatakan pengundurannya sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi di pasar.

Dia berharap bahwa pengunduran dirinya dari bangku Direktur Utama akan membuat pasar lebih baik dan bertumbuh kedepannya.
 
ini kabar gembira banget! pengunduran Iman Rachman gak salah, dia harus tanggung jawab atas kesalahan yang dia lakukan. tapi aku pikir ini juga peluang besar baginya untuk membangun pasar saham Indonesia lagi dan lagi. kalau dia bisa membuat IHSG tidak turun lagi, maka itu akan menjadi keberuntungan bagi banyak orang Indonesia yang memiliki investasi di pasar saham.
 
Gue pikir ini benar-benar kejadian aneh banget, kalau pengelolaan Bursa Efek Indonesia bisa jadi masalahnya karena peringatan dari luar (MSCI) tidak diikuti... kira-kira siapa yang mau nanti nggak mau menangani masalah ini?
 
Apa lagi kabar gembira dari Bursa Efek Indonesia 🤦‍♂️. Iman Rachman punya kesalahan fatal karena MSCI peringatanya, kini dia harus jalan-jalan sendirian ya 😅. IHSG anjlok delapan persen, apa kabar itu? Kematian pasar saham di Indonesia? 🤔 Perlu diawasi, tidak boleh terjadi lagi seperti ini ya 😬.
 
Mana kaya bro, kalau Bursa Efek Indonesia nggak stabil lagi sih? Sepertinya perlu diawasi lebih dekat nih, jadi tidak terjadi kesalahan seperti yang dialami Iman Rachman. Tapi, kalau fondasi ekonomi Indonesia cukup kuat, mungkin Bursa Efek Indonesia juga bisa berdiri sendiri ya... 😊
 
omong omongan Purbaya tuh makin serius banget, sih... kalau Iman Rachman nggak perhatikan peringatan MSCI, maka krisis ini pasti nggak bisa dihindari. tapi, aku rasa Purbaya sama sekali tidak fokus pada masalah lainnya, seperti apa yang salah dengan sistem pengelolaan Bursa Efek Indonesia itu sendiri. apa lagi, fondasi ekonomi Indonesia kok cukup kuat? kayaknya Purbaya lebih fokus pada teka-teki di balik meja. 🤔
 
Aku pikir itu bagus deh, Purbaya yang bijak banget! 🙌 Iman harusnya sudah menindaklanjuti peringatan MSCI jadi, tapi ternyata dia tidak. Sekarang kegagalan itu terjadi dan IHSG turun 8 persen. Aku rasa ini kesempatan bagus bagi Purbaya untuk melihat apa yang salah dengan pengelolaan BEI. Kita harap bisa belajar dari kesalahan Iman itu dan membuat pasar saham lebih baik di masa depan 💪
 
Wah, nggak sabar aja, apa khasiat buah pisang yang baru jadi bisa dimakan? Kira-kira ada beberapa tahun lagi sebelum kualitasnya bisa dipastikan ya... Tapi, tentang Iman Rachman, siapa sih dia deh? Ngomong-ngomong dulu, aku suka banget makan nasi goreng khas Jawa tengah, nggak pernah capek banget!
 
Aku pikir Purbaya benar-benar harus serius dalam menganalisis apa yang salah dengan pengelolaan Bursa Efek Indonesia 😒. Iman Rachman itu memang tidak menindaklanjuti peringatan dari MSCI, dan itu membuat IHSG anjlok seperti ini 📉. Tapi aku juga rasa kita harus tidak terlalu keras pada Iman, karena dia juga ingin membuat pasar lebih baik 👍. Yang penting adalah Bursa Efek Indonesia harus lebih transparan dan akuntabel 🤝. Kita harus memastikan bahwa fondasi ekonomi Indonesia kuat dan stabil 💪.
 
Aku pikir Iman Rachman nggak perlu dipedulikan, dia yang salah sendiri. Peringatan MSCI sih penting, tapi yang penting adalah bagaimana BEI bisa menindaklanjuti. Aku rasa Purbaya benar-benar ingin tahu apa yang salah dengan pengelolaan Bursa Efek Indonesia, itu bagus! 🤔
 
Saya rasa Iman kena dibebani dengan tekanan yang nggak sedikit deh. Sama-sama dia salah, tapi tekanan apa sih yang bikin dia tidak bisa menindaklanjuti peringatan dari MSCI? Bisa jadi dia terlalu aman-aman saja dan nggak ingin terluka oleh konsekuensi dari keputusannya. Tapi sepertinya tekanan buatnya lebih besar lagi karena dia harus mengakui kesalahan sendiri. Apa sih yang bisa dia lakukan sekarang?
 
aku pikir ini bukti bahwa pasar saham nggak boleh dipercaya sih, kayaknya ada yang salah di dalamnya. tapi aku paham juga kalau Iman Rachman itu bingung karena MSCI peringatannyaa... apa sih tujuan Bursa Efek Indonesia itu? supaya naik-turun saham-saham kita, kayak gini bisa di control sih. tapi aku rasa kita harus lebih teliti lagi ya.
 
Pagi aja, kalau nggak salah informasinya Purbaya Yudhi Sadewa bilang Iman Rachman keluar dari posisinya sebagai Direktur Utama BEI. Aku pikir ini bisa jadi kesempatan bagus buat mengenali apa yang salah dengan pengelolaan Bursa Efek Indonesia, kan? Saya pikir aku juga bisa menuliskan opini saya tentang masalah ini di Platform Loyalist 😊.
 
Pasar saham Indonesia kembali jadi drama... IHSG naik 8% lalu stagnan 2 hari apa aja kebijakan yang buruk tuh? Iman Rachman keluar, MSCI peringatkan tapi gak diindahkan, sekarang siapa yang masuk ke bangku Direktur Utama? Semua kerumunan ini buat konsumen saham nggak nyaman, makin banyak orang jadi penipu...
 
Gue pikir ini salah strategi juga sih... kalau MSCI anjlok delapan persen, itu artinya ada kesalahan di dalamnya, bukan? Kenapa dia harus menundukkan diri sendiri? Kalau ingin bertumbuh, gue pikir harus menerima tantangan dan belajar dari kesalahan-kesalahan itu. Tapi, kalau dikejutin aja oleh peringatan luar, itu gak ada artinya...
 
Kena ngerasa gak yakin lg ya, kalau Iman Rachman jadi pengendali BEI dan gak bisa menerima saran MSCI, kan itu bagus buat investor? Sementara itulah IHSG anjlok delapan persen, itu kayaknya bikin pasal kestabilan ekonomi Indonesia. Tapi Purbaya Yudhi Sadewa kayaknya perlu ngatur diri sendiri, ngerasa siapa dia untuk bilang apa yang salah dengan pengelolaan Bursa Efek Indonesia? Sementara Iman Rachman kalau mau jadi Direktur Utama lagi, dia harus belajar dari kesalahan sebelumnya dan buat strategi baru.
 
Aku pikir ini bisa menjadi kesempatan bagi BEI untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu, tapi sepertinya masih banyak hal yang harus diperbaiki lagi... 😕 Karena, aku rasanya kalau koreksi yang terjadi sekarang masih cukup besar, dan saya rasa perlu ada langkah-langkah lebih lanjut untuk memastikan bahwa pasar saham Indonesia bisa bertahan stabil. Tapi, aku juga senang banget kalau Iman Rachman mau mengambil tanggung jawab atas kesalahannya, itu already dianggap sebagai langkah yang baik... 🙏
 
Pertanyaan pentingnya transparansi dan akuntabilitas di kalangan pengelola Bursa Efek Indonesia sih, bukan? Kalau tidak ada transparansi, nanti investor nggak percaya lagi. Dan bagaimana kalau kita nggak punya akuntabilitas yang baik? Market ini akan jadi korban dari kesalahan-kesalahan di dalamnya. Iman Rachman memang salah dalam menindaklanjuti peringatan MSCI, tapi apa yang harus dilakukan sekarang sih?
 
Aneh lah sih, kenapa harus terus kembali pada kesalahan sama sekali? Iman Rachman sudah punya kesempatan banyak untuk mengatasi kesalahannya, tapi gak bisa. Saja-saja, dia langsung keluar aja! 🤷‍♂️

Pertanyaannya bukan bagaimana kenapa Iman gak menindaklanjuti peringatan MSCI, melainkan bagaimana cara agar Bursa Efek Indonesia tidak terus kesalahan sama sekali. Kita harus fokus pada hal itu aja! 📈
 
kembali
Top