Dino Patti Djalal menyatakan bahwa langkah Indonesia bergabung dengan Board of Peace sebagai opsi paling realistis untuk mendorong gencatan senjata dan mencapai perdamaian di Gaza, Palestina. Menurut mantan Wakil Menteri Luar Negeri ini, tidak ada opsi lain yang dapat diambil di atas meja.
Dino juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersikap realistis dalam memasang ekspektasi terhadap Board of Peace. Ia menyadari akan adanya risiko besar, termasuk kuatnya pengaruh Israel terhadap kebijakan Amerika Serikat (AS) sebagai aktor kunci dalam dewan tersebut.
Namun, Dino meyakini bahwa pengaruh tersebut dapat diimbangi dengan membangun kekompakan bersama negara-negara Islam yang tergabung dalam Board of Peace. Ia menjelaskan bahwa Indonesia selalu menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, dan lain sebagainya.
Dino juga menekankan pentingnya sikap kehati-hatian dalam mengikuti perkembangan Board of Peace. Ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo tidak akan ragu untuk keluar dari organisasi tersebut jika langkah-langkah yang diambil bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional Indonesia.
Diskusi yang berlangsung dalam pertemuan tersebut berjalan sangat terbuka, candid, dan dua arah. Tidak ada pembatasan topik, termasuk pembahasan mengenai risiko, skenario terburuk, hingga potensi dampak negatif bagi Indonesia ke depan.
Dino juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersikap realistis dalam memasang ekspektasi terhadap Board of Peace. Ia menyadari akan adanya risiko besar, termasuk kuatnya pengaruh Israel terhadap kebijakan Amerika Serikat (AS) sebagai aktor kunci dalam dewan tersebut.
Namun, Dino meyakini bahwa pengaruh tersebut dapat diimbangi dengan membangun kekompakan bersama negara-negara Islam yang tergabung dalam Board of Peace. Ia menjelaskan bahwa Indonesia selalu menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, dan lain sebagainya.
Dino juga menekankan pentingnya sikap kehati-hatian dalam mengikuti perkembangan Board of Peace. Ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo tidak akan ragu untuk keluar dari organisasi tersebut jika langkah-langkah yang diambil bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional Indonesia.
Diskusi yang berlangsung dalam pertemuan tersebut berjalan sangat terbuka, candid, dan dua arah. Tidak ada pembatasan topik, termasuk pembahasan mengenai risiko, skenario terburuk, hingga potensi dampak negatif bagi Indonesia ke depan.