Dino Patti, mantan Wakil Menteri Luar Negeri yang saat ini menjadi tokoh penting dalam dunia diplomasi, memprediksi bahwa Dewan Perdamaian untuk Gaza atau Board of Peace (BoP) merupakan pilihan realistis untuk mendorong gencatan senjata dan perdamaian di Gaza. Namun, ia juga menyatakan bahwa langkah tersebut mengandung risiko besar yang harus dipertimbangkan dengan hati-hati.
Dino Patti menegaskan bahwa BoP bukanlah solusi sempurna dan memiliki kemungkinan kegagalan yang tinggi, terutama karena pengaruh kuat Israel terhadap Amerika Serikat sebagai aktor kunci dalam dewan tersebut. Ia juga menyatakan bahwa BoP lebih seperti eksperimen daripada obat yang ampuh untuk menyembuhkan segala penyakit.
Meskipun begitu, Dino Patti menyatakan dukungannya terhadap kegiatan Indonesia dalam BoP dengan beberapa prasyarat, yaitu memahami risiko yang ada, menjaga opsi keluar, dan memastikan tujuan utama tetap pada kemerdekaan Palestina. Ia juga menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyadari adanya tantangan persepsi publik terkait BoP.
Sementara itu, Menlu Sugiono memahami bahwa keputusan diplomatik Indonesia dengan bergabung dalam BoP akan mengandung tantangan. Namun ia meyakini di bawah kepemimpinan Prabowo, masalah itu mampu dihadapi. Ia juga menekankan prinsip dua negara yang hidup berdampingan dalam damai sebagai titik kompas untuk kemerdekaan Palestina.
Dino Patti juga menyatakan bahwa presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia akan bersikap sangat berhati-hati dan tetap memegang opsi untuk keluar dari BoP jika langkah-langkah yang diambil bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional.
Dino Patti menegaskan bahwa BoP bukanlah solusi sempurna dan memiliki kemungkinan kegagalan yang tinggi, terutama karena pengaruh kuat Israel terhadap Amerika Serikat sebagai aktor kunci dalam dewan tersebut. Ia juga menyatakan bahwa BoP lebih seperti eksperimen daripada obat yang ampuh untuk menyembuhkan segala penyakit.
Meskipun begitu, Dino Patti menyatakan dukungannya terhadap kegiatan Indonesia dalam BoP dengan beberapa prasyarat, yaitu memahami risiko yang ada, menjaga opsi keluar, dan memastikan tujuan utama tetap pada kemerdekaan Palestina. Ia juga menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyadari adanya tantangan persepsi publik terkait BoP.
Sementara itu, Menlu Sugiono memahami bahwa keputusan diplomatik Indonesia dengan bergabung dalam BoP akan mengandung tantangan. Namun ia meyakini di bawah kepemimpinan Prabowo, masalah itu mampu dihadapi. Ia juga menekankan prinsip dua negara yang hidup berdampingan dalam damai sebagai titik kompas untuk kemerdekaan Palestina.
Dino Patti juga menyatakan bahwa presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia akan bersikap sangat berhati-hati dan tetap memegang opsi untuk keluar dari BoP jika langkah-langkah yang diambil bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional.