Virus Nipah, penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia dan antar manusia. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap virus ini.
Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, seperti kelelawar pemakan buah. Selain itu, penularan bisa terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita.
Gejala awal infeksi virus Nipah umumnya berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak atau ensefalitis yang berpotensi fatal.
Untuk mencegah penularan, Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan pangan, termasuk mencuci buah sebelum mengonsumsinya. Warga juga diminta menghindari kontak dengan hewan yang sakit serta tidak mengonsumsi buah yang terbuka, rusak, atau diduga terpapar gigitan kelelawar.
Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan surat edaran untuk mewaspadai virus Nipah yang sedang mewabah di India. Surat edaran ini menekankan pentingnya kewaspadaan dan peran aktif masyarakat dalam mencegah penyebaran virus berbahaya ini.
Masyarakat diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah melakukan kontak berisiko. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko penularan virus Nipah dan menjaga keselamatan kesehatan masyarakat.
Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, seperti kelelawar pemakan buah. Selain itu, penularan bisa terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita.
Gejala awal infeksi virus Nipah umumnya berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak atau ensefalitis yang berpotensi fatal.
Untuk mencegah penularan, Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan pangan, termasuk mencuci buah sebelum mengonsumsinya. Warga juga diminta menghindari kontak dengan hewan yang sakit serta tidak mengonsumsi buah yang terbuka, rusak, atau diduga terpapar gigitan kelelawar.
Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan surat edaran untuk mewaspadai virus Nipah yang sedang mewabah di India. Surat edaran ini menekankan pentingnya kewaspadaan dan peran aktif masyarakat dalam mencegah penyebaran virus berbahaya ini.
Masyarakat diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah melakukan kontak berisiko. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko penularan virus Nipah dan menjaga keselamatan kesehatan masyarakat.