Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa dia ingin dikritik terkait dengan penanganan banjir di ibu kota. Menurutnya, kritik yang diberikan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) adalah bagian dari evaluasi kebijakan.
"Kalau teman-teman LBH tidak ngeritik itu menurut saya kurang, jadi saya memang pengen dikritik juga," kata Pramono dalam konferensi pers. Dia juga membantah bahwa kritik ini adalah penolakan terhadap kebiasaan yang sudah ada sebelumnya.
Menurut Pramono, normalisasi sungai-sungai di Jakarta belum pernah dilakukan sebelumnya. Dia juga menyatakan bahwa biaya untuk melakukan pekerjaan ini cukup tinggi dan memerlukan perubahan yang signifikan dalam sistem ekologis kota.
"Cuaca ekstrem ini kan apa alam yang memberikan, sehingga dengan demikian kami yang tangani itu," kata Pramono. Dia juga menyatakan bahwa kritik dari LBH dan Walhi akan diterima dengan tangan terbuka.
Namun, kritik dari LBH dan Walhi juga menilai bahwa penanganan banjir di Jakarta masih jauh dari solusi yang tepat. Mereka menilai bahwa penanganan banjir hanya menjadi kebiasaan yang sudah ada sebelumnya dan tidak mencoba untuk mencari solusi yang lebih efektif.
"Kalo cuma bisa itu-itu aja, apa bedanya lo sama yang udah-udah Pram? Cupu lo ah bisanya nyalahin ujan doang @pramonoanungw," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Kritik dari LBH dan Walhi juga menekankan bahwa penanganan banjir di Jakarta tidak hanya tentang mengatasi hujan, tetapi juga tentang mencari solusi yang lebih efektif untuk mencegah banjir di masa depan.
"Kalau teman-teman LBH tidak ngeritik itu menurut saya kurang, jadi saya memang pengen dikritik juga," kata Pramono dalam konferensi pers. Dia juga membantah bahwa kritik ini adalah penolakan terhadap kebiasaan yang sudah ada sebelumnya.
Menurut Pramono, normalisasi sungai-sungai di Jakarta belum pernah dilakukan sebelumnya. Dia juga menyatakan bahwa biaya untuk melakukan pekerjaan ini cukup tinggi dan memerlukan perubahan yang signifikan dalam sistem ekologis kota.
"Cuaca ekstrem ini kan apa alam yang memberikan, sehingga dengan demikian kami yang tangani itu," kata Pramono. Dia juga menyatakan bahwa kritik dari LBH dan Walhi akan diterima dengan tangan terbuka.
Namun, kritik dari LBH dan Walhi juga menilai bahwa penanganan banjir di Jakarta masih jauh dari solusi yang tepat. Mereka menilai bahwa penanganan banjir hanya menjadi kebiasaan yang sudah ada sebelumnya dan tidak mencoba untuk mencari solusi yang lebih efektif.
"Kalo cuma bisa itu-itu aja, apa bedanya lo sama yang udah-udah Pram? Cupu lo ah bisanya nyalahin ujan doang @pramonoanungw," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Kritik dari LBH dan Walhi juga menekankan bahwa penanganan banjir di Jakarta tidak hanya tentang mengatasi hujan, tetapi juga tentang mencari solusi yang lebih efektif untuk mencegah banjir di masa depan.