Diasuh Virgoun Berbulan-bulan, Inara Rusli Kembali Berjuang untuk Kepulangan Ketiga Anaknya
Dalam perjalanan untuk memperjuangkan hak asuh yang telah ditetapkan kepadanya, Inara Rusli tetap menghadapi tantangan seru. Sejak anak-anaknya diketahui tinggal bersama Virgoun pada bulan November lalu, upaya Inara untuk mendapatkan kembali ketiga anaknya berlangsung dengan keteguhan.
Kondisi yang ditemukan oleh tim kuasa hukum Inara membuat perjuangan mereka semakin sulit. Anak-anak tersebut mengalami gangguan kesehatan, termasuk batuk-batuk yang berkepanjangan dan kekurangan nutrisi. Mereka juga terdampak oleh tekanan psikologis akibat pemberitaan negatif yang menyebarkan ujaran kebencian terhadap sang ibu.
Sementara itu, pernyataan Virgoun tentang mengambil anak-anak tersebut sebagai orang tua tidak disahkan dan tidak ada bukti. Tim kuasa hukum Inara lebih fokus pada fakta bahwa Virgoun dipertanggungkan karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang dilakukan oleh sang suami.
"Kita tidak menuding V itu melakukan penculikan, tetapi tidak mengembalikan haknya daripada Inara Rusli sebagai pemilik hak asuh anak," ungkap Daru Quthny, kuasa hukum Inara. Daru berharap dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan cara yang bijak dan tidak memperkeruh suasana.
Dalam hal ini, Inara Rusli terus menghadapi tantangan untuk memperjuangkan hak asuh ketiga anaknya. Melihat kondisi yang semakin buruk di mana ketiga anak tersebut juga mengalami kekurangan akses sehat dan masyarakat tidak mau memaafkannya, membuat perjuangan Inara menjadi pahit.
"Kita tidak ingin memperkeruh suasana, tapi kita tidak akan kalah," ungkap Daru Quthny.
Dalam perjalanan untuk memperjuangkan hak asuh yang telah ditetapkan kepadanya, Inara Rusli tetap menghadapi tantangan seru. Sejak anak-anaknya diketahui tinggal bersama Virgoun pada bulan November lalu, upaya Inara untuk mendapatkan kembali ketiga anaknya berlangsung dengan keteguhan.
Kondisi yang ditemukan oleh tim kuasa hukum Inara membuat perjuangan mereka semakin sulit. Anak-anak tersebut mengalami gangguan kesehatan, termasuk batuk-batuk yang berkepanjangan dan kekurangan nutrisi. Mereka juga terdampak oleh tekanan psikologis akibat pemberitaan negatif yang menyebarkan ujaran kebencian terhadap sang ibu.
Sementara itu, pernyataan Virgoun tentang mengambil anak-anak tersebut sebagai orang tua tidak disahkan dan tidak ada bukti. Tim kuasa hukum Inara lebih fokus pada fakta bahwa Virgoun dipertanggungkan karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang dilakukan oleh sang suami.
"Kita tidak menuding V itu melakukan penculikan, tetapi tidak mengembalikan haknya daripada Inara Rusli sebagai pemilik hak asuh anak," ungkap Daru Quthny, kuasa hukum Inara. Daru berharap dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan cara yang bijak dan tidak memperkeruh suasana.
Dalam hal ini, Inara Rusli terus menghadapi tantangan untuk memperjuangkan hak asuh ketiga anaknya. Melihat kondisi yang semakin buruk di mana ketiga anak tersebut juga mengalami kekurangan akses sehat dan masyarakat tidak mau memaafkannya, membuat perjuangan Inara menjadi pahit.
"Kita tidak ingin memperkeruh suasana, tapi kita tidak akan kalah," ungkap Daru Quthny.