Pengalaman kekerasan seksual yang dialami Aurelie Moeremans saat remaja, penulis buku Broken Strings, membuka mata publik tentang dampaknya. Ia menjadi korban child grooming sejak remaja, mengalami pengalaman yang sangat menyakitkan.
Child grooming adalah proses ketika individu dewasa membangun hubungan emosional dengan anak atau remaja untuk mengeksploitasi mereka. Proses ini dapat terjadi secara langsung di dunia nyata maupun melalui media online. Pelaku biasanya berusaha mendapatkan kepercayaan korban, bahkan kepercayaan keluarga atau pengasuhnya.
Tahapan child grooming umumnya berlangsung bertahap dan terencana, antara lain:
- Menargetkan korban
- Membangun kepercayaan
- Pemenuhan kebutuhan
- Isolasi
- Normalisasi perilaku seksual
Sementara itu, tanda-tanda child grooming pada anak perempuan antara lain perubahan perilaku, hadiah tak terduga, rahasia aktivitas online, hubungan dengan orang dewasa asing, dan penurunan prestasi akademik.
Dampak child grooming bagi anak perempuan sangat serius, di antaranya trauma psikologis, masalah kepercayaan, perilaku merusak diri, dan stigma sosial. Oleh karena itu, penting untuk melakukan langkah pencegahan, seperti edukasi seksual dini, membangun komunikasi terbuka, pengawasan aktivitas online, serta mengajarkan anak mengenai perilaku mencurigakan dari orang dewasa.
Kisah Aurelie Moeremans harus diingat oleh kita semua sebagai catatan bahwa child grooming bisa terjadi pada siapa saja dan sering kali tidak terlihat di awal.
Child grooming adalah proses ketika individu dewasa membangun hubungan emosional dengan anak atau remaja untuk mengeksploitasi mereka. Proses ini dapat terjadi secara langsung di dunia nyata maupun melalui media online. Pelaku biasanya berusaha mendapatkan kepercayaan korban, bahkan kepercayaan keluarga atau pengasuhnya.
Tahapan child grooming umumnya berlangsung bertahap dan terencana, antara lain:
- Menargetkan korban
- Membangun kepercayaan
- Pemenuhan kebutuhan
- Isolasi
- Normalisasi perilaku seksual
Sementara itu, tanda-tanda child grooming pada anak perempuan antara lain perubahan perilaku, hadiah tak terduga, rahasia aktivitas online, hubungan dengan orang dewasa asing, dan penurunan prestasi akademik.
Dampak child grooming bagi anak perempuan sangat serius, di antaranya trauma psikologis, masalah kepercayaan, perilaku merusak diri, dan stigma sosial. Oleh karena itu, penting untuk melakukan langkah pencegahan, seperti edukasi seksual dini, membangun komunikasi terbuka, pengawasan aktivitas online, serta mengajarkan anak mengenai perilaku mencurigakan dari orang dewasa.
Kisah Aurelie Moeremans harus diingat oleh kita semua sebagai catatan bahwa child grooming bisa terjadi pada siapa saja dan sering kali tidak terlihat di awal.