Hilang Kontak Pesawat ATR di Sulsel: Pencarian Berlangsung
Sabtu, 17 Januari 2026 - Pukul 04.23 WIB, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT, yang melaksanakan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, berada dalam fase darurat setelah kehilangan kontak dengan Air Traffic Control (ATC).
Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, pesawat tersebut mengalami kerugian komunikasi pada pukul 04.23 UTC saat melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.
Lansir arahan dari ATC, awak pesawat melakukan koreksi posisi, namun setelah penyampaian arahan terakhir, komunikasi dengan pesawat terputus. Pada saat itu, Air Traffic Control (ATC) mendeklarasikan fase darurat DETRESFA.
Pencarian berlangsung saat ini dan dilakukan oleh tim Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros. Selain itu, Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Saat ini, AirNav Indonesia sedang menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan.
Sabtu, 17 Januari 2026 - Pukul 04.23 WIB, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT, yang melaksanakan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, berada dalam fase darurat setelah kehilangan kontak dengan Air Traffic Control (ATC).
Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, pesawat tersebut mengalami kerugian komunikasi pada pukul 04.23 UTC saat melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.
Lansir arahan dari ATC, awak pesawat melakukan koreksi posisi, namun setelah penyampaian arahan terakhir, komunikasi dengan pesawat terputus. Pada saat itu, Air Traffic Control (ATC) mendeklarasikan fase darurat DETRESFA.
Pencarian berlangsung saat ini dan dilakukan oleh tim Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros. Selain itu, Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Saat ini, AirNav Indonesia sedang menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan.