Bank Indonesia menyatakan bahwa kredit nganggur (undisbursed loan) mencapai Rp2.439,2 triliun pada akhir 2025. Ini sekitar 22 persen dari total plafon kredit yang tersedia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meminta pelaku usaha untuk cepat menyalurkan dana tersebut sebagai upaya mendorong ekspansi dan pertumbuhan ekonomi.
Menurut Warjiyo, penawaran kapasitas pembiayaan perbankan tetap mendukung dengan likuiditas yang memadai. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) mencapai 28,57 persen pada Desember 2025.
Dia juga menekankan bahwa minat penyaluran kredit semakin meningkat, tetapi ada pengecualian hanya pada segmen kredit konsumsi dan UMKM karena masih ada risiko yang tinggi. Warjiyo berpendapat bahwa fondasi sistem keuangan dalam kondisi kuat untuk mendorong penyaluran kredit.
Data Bank Indonesia menunjukkan rasio kecukupan modal perbankan mencapai 26,05 persen dan rasio kredit bermasalah tetap rendah pada 2,21 persen secara bruto dan 0,86 persen neto.
Menurut Warjiyo, penawaran kapasitas pembiayaan perbankan tetap mendukung dengan likuiditas yang memadai. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) mencapai 28,57 persen pada Desember 2025.
Dia juga menekankan bahwa minat penyaluran kredit semakin meningkat, tetapi ada pengecualian hanya pada segmen kredit konsumsi dan UMKM karena masih ada risiko yang tinggi. Warjiyo berpendapat bahwa fondasi sistem keuangan dalam kondisi kuat untuk mendorong penyaluran kredit.
Data Bank Indonesia menunjukkan rasio kecukupan modal perbankan mencapai 26,05 persen dan rasio kredit bermasalah tetap rendah pada 2,21 persen secara bruto dan 0,86 persen neto.