Kekosongan Kepemimpinan di Venezuela Setelah Penangkapan Maduro, Berikut Pilihan Calon Pengganti Presiden
Penangkapan presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat (AS) telah menyisihkan kekosongan kepemimpinan di Caracas. Pernyataan AS mengenai operasi besar terhadap Venezuela dan peringatan bahwa masa jabatan Maduro sebagai presiden sudah menunggu waktu memicu spekulasi luas tentang siapa yang akan mengisi tampuk kepemimpinan di negara Amerika Selatan itu.
Sejumlah nama mulai mencuat sebagai calon pengganti presiden. Salah satunya adalah Maria Corina Machado, perempat Nobel Perdamaian 2025 yang memimpin partai oposisi Vente Venezuela dan secara telak memenangkan pemilihan pendahuluan presiden pada 2023. Namun, ia sebelumnya dilarang maju sebagai kandidat presiden oleh Mahkamah Agung Venezuela.
Banyak kalangan Demokrat di dunia percaya Machado merupakan pilihan utama Washington, tetapi jalur menuju kekuasaannya tidak akan mudah. Ia menginginkan pemerintahan yang sah dan terpilih secara demokratis mengambil alih kekuasaan, tetapi itu bukan jalur yang jelas.
Selain Machado, ada beberapa nama lain yang mencuat sebagai calon pengganti presiden, seperti Edmundo González, kandidat oposisi yang secara luas diyakini memenangkan pemilihan presiden 2024. Partai Maduro mengeklaim kemenangan dan Mahkamah Agung mengesahkan kembali Maduro sebagai presiden, sebuah keputusan yang menuai kecaman internasional.
Lalu ada Delcy Rodríguez dan Jorge Rodríguez, wakil presiden berada di urutan pertama dalam garis suksesi. Namun, Sabatini menilai ia bukan kandidat yang diinginkan oleh oposisi Demokrat. Bersama saudaranya, Delcy Rodríguez dinilai sangat terlibat dalam praktik represi, kecurangan pemilu, dan unsur korupsi rezim Maduro.
Akhirnya ada Vladimir Padrino López dan Diosdado Cabello, selain figur sipil, sejumlah tokoh militer juga masuk dalam bursa calon pengganti. Salah satunya adalah Jenderal Vladimir Padrino López, perwira tertinggi angkatan bersenjata Venezuela yang selama ini dikenal sebagai pendukung setia Maduro dan berperan dalam menekan aksi-aksi protes oposisi.
Tentu saja jalur menuju kekuasaan dengan sisa-sisa pemerintahan Maduro yang masih ada, yang saling bersaing untuk menggantikannya, sama sekali tidak sederhana.
Penangkapan presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat (AS) telah menyisihkan kekosongan kepemimpinan di Caracas. Pernyataan AS mengenai operasi besar terhadap Venezuela dan peringatan bahwa masa jabatan Maduro sebagai presiden sudah menunggu waktu memicu spekulasi luas tentang siapa yang akan mengisi tampuk kepemimpinan di negara Amerika Selatan itu.
Sejumlah nama mulai mencuat sebagai calon pengganti presiden. Salah satunya adalah Maria Corina Machado, perempat Nobel Perdamaian 2025 yang memimpin partai oposisi Vente Venezuela dan secara telak memenangkan pemilihan pendahuluan presiden pada 2023. Namun, ia sebelumnya dilarang maju sebagai kandidat presiden oleh Mahkamah Agung Venezuela.
Banyak kalangan Demokrat di dunia percaya Machado merupakan pilihan utama Washington, tetapi jalur menuju kekuasaannya tidak akan mudah. Ia menginginkan pemerintahan yang sah dan terpilih secara demokratis mengambil alih kekuasaan, tetapi itu bukan jalur yang jelas.
Selain Machado, ada beberapa nama lain yang mencuat sebagai calon pengganti presiden, seperti Edmundo González, kandidat oposisi yang secara luas diyakini memenangkan pemilihan presiden 2024. Partai Maduro mengeklaim kemenangan dan Mahkamah Agung mengesahkan kembali Maduro sebagai presiden, sebuah keputusan yang menuai kecaman internasional.
Lalu ada Delcy Rodríguez dan Jorge Rodríguez, wakil presiden berada di urutan pertama dalam garis suksesi. Namun, Sabatini menilai ia bukan kandidat yang diinginkan oleh oposisi Demokrat. Bersama saudaranya, Delcy Rodríguez dinilai sangat terlibat dalam praktik represi, kecurangan pemilu, dan unsur korupsi rezim Maduro.
Akhirnya ada Vladimir Padrino López dan Diosdado Cabello, selain figur sipil, sejumlah tokoh militer juga masuk dalam bursa calon pengganti. Salah satunya adalah Jenderal Vladimir Padrino López, perwira tertinggi angkatan bersenjata Venezuela yang selama ini dikenal sebagai pendukung setia Maduro dan berperan dalam menekan aksi-aksi protes oposisi.
Tentu saja jalur menuju kekuasaan dengan sisa-sisa pemerintahan Maduro yang masih ada, yang saling bersaing untuk menggantikannya, sama sekali tidak sederhana.