Densus: 70 Anak Terpapar Paham Neo Nazi, Terbanyak di Jakarta

Puluh Anak Terpapar Paham Ekstrem Neo Nazi di Jakarta, Kekerasan di Sekolah menjadi Pemicu

Densus 88 mencatat ada 70 anak yang terpapar paham ekstrem seperti neo-Nazi dan White Supremacy sejak Januari 2025 hingga Januari 2026. Komunitas media sosial penyebaran ideologi kekerasan ekstrem seperti True Crime Community (TCC) menjadi fokus perhatian lembaga ini.

Total ada 15 anak dari DKI Jakarta yang tergabung dengan komunitas TCC, kemudian diikuti oleh Jawa Barat dan Jawa Timur. Puluh delapan belas di antaranya telah dilakukan intervensi berupa konseling, pemetaan, dan asesmen dari pelbagai stakeholder.

Mayndra Eka Wardhana mengatakan anak-anak yang terlibat berusia 11-18 tahun, dengan sebagian besar mereka adalah pelajar berusia 15 tahun. Pemicu utamanya adalah akibat perundungan. "Rata-rata yang bersangkutan merupakan korban bullying di sekolah atau di lingkungan masyarakat, jadi di luar sekolah," tuturnya.
 
ini masalahnya sih kalau kita bukan fokus pada penyebaran ideologi ekstrem sama sekali 🤦‍♂️. tapi apa yang bikin anak-anak mau terlibat dengan komunitas TCC? mungkin karena sistem pendidikan kita gak efektif banget, nggak bisa menjelaskan bagaimana cara menghadapi konflik dengan santai aja tanpa harus bergabung dengan kelompok ekstrem. tapi yang paling penting, kita harus fokus pada membantu anak-anak yang sudah terkena dampak kekerasan ekstrem, bukan sekadar memperbanyak "eduksi" saja 📚💡
 
aku pikir paham ekstrem seperti neo nazi dan white supremacy makin populer di kalangan remaja kan?? di komunitas media sosial seperti TCC itu banyak bawahan yang tergoda oleh ideologi kekerasan, kayaknya perlu kita waspada biar tidak terjadi lagi kekerasan sekolah. aku rasa pemerintah dan lembaga penanggulangan masyarakat harus bisa menangani masalah ini dengan lebih cepat, misalnya dengan konseling dan pemetaan yang tepat. aku juga pikir kita perlu edukasi yang lebih efektif biar remaja tidak terpapar ideologi ekstrem, kayaknya kita harus bisa mengubah pola pikir mereka sejak kecil biar tidak terjadi lagi kekerasan sekolah 😔
 
Gue rasanya kaget banget banget dengar ngepasti ada anak-anak kecil di Jakarta yang terpapar ideologi ekstrem seperti neo-Nazi dan White Supremacy... sepertinya era ini terlalu cepat dan cepat membuat anak muda jadi korban bullying. Gue ingat waktu gue kecil, di sekolah tidak pernah ada kasus seperti itu, hanya yang sibuk banget dengar cerita tentang kuis atau pertandingan olahraga... sekarang kalau anak-anak terlibat dengan ideologi ekstrem, itu sudah menjadi 'in'... gue rasa harus serius banget dalam membantu mereka dan membuat masyarakat lebih sadar akan bahaya ini...
 
Aku bingung sih kan, ngapain kita ada anak-anak yang terpapar paham ekstrem itu? Mereka udah 11-18 tahun, tapi aku pikir mereka udah harus tahu betapa tidak enaknya kekerasan itu. Mereka masih kecil, belum bahagia, atau belum punya banyak teman... itu semua yang membuat mereka tergoda paham ekstrem. Aku rasa kita harus hati-hati dengan media sosial ini, karena itu bisa menjadi sarang bagi anak-anak yang ingin tertawa di sisi orang lain.

Aku ingat ketika aku masih kecil, aku juga pernah disekap oleh teman-temanku karena salah mengatakan hal yang salah. Tapi aku tidak pernah menjadi paham ekstrem seperti itu. Mungkin karena aku memiliki orang tua yang baik, atau mungkin karena aku tahu bahwa kekerasan itu tidak perlu.

Aku rasa kita harus berbagi cerita ini dengan orang lain, agar mereka bisa memahami betapa seriusnya masalah ini. Kita harus membantu anak-anak seperti itu untuk kembali ke jalan yang benar, dan membuat mereka melihat bahwa kekerasan itu tidak perlu.
 
😬 sepertinya gini ya, banyak anak-anak kecil yang terpengaruh dengan ideologi ekstrem seperti neo-Nazi dan White Supremacy 🤕. Saya pikir itu sangat tragis banget, karena mereka masih muda dan belum pernah harus menghadapi masalah-masalah nyata di dunia ini 😔. Mungkin sebagian besar dari mereka terkenaflu di komunitas media sosial seperti TCC, jadi kita perlu lebih berhati-hati ketika menggunakan media sosial ya 📱. Saya harap pemerintah dan lembaga-lembaga yang terkait bisa membantu anak-anak ini dengan baik 💕.
 
Aku pikir fenomena ini terjadi karena banyak sekali tekanan masyarakat dan kurangnya edukasi di sekolah. Aku tidak percaya bahwa 70 anak bisa terpapar paham ekstrem seperti itu, tapi mungkin sebenarnya banyak yang lebih. Kemudian, pernyataan Mayndra Eka Wardhana yang bilang 90% dari mereka adalah korban bullying di sekolah atau lingkungan sosial, aku rasa tidak terlalu yakin. Aku ingin tahu apakah ada data yang dapat membuktikan hal ini.
 
Aku pikir serius banget, siapa bilang bahwa anak-anak yang tergabung dengan komunitas ekstrem itu harus dipelihara dari segala hal? Aku tahu temen-temen aku di sekolah seringkali dibullying dan aku juga pernah merasa sedih, tapi aku tidak pernah menjadi agresif seperti mereka. Tapi aku pikir mungkin karena mereka terlalu sedih dan tidak ada tempat untuk mengekspresikan diri, jadi mereka mencari hal-hal yang "kuat" di media sosial. Aku rasa kita harus membantu mereka lebih dulu daripada membuang-buang waktu berbicara tentang bagaimana kita harus menghakimi mereka...
 
Anak-anak Indonesia yang masih kecil harus dilindungi dari ide-ide ekstrem yang bisa membawa mereka ke arah kesedihan dan kekerasan. Kenapa tidak? Sebagai anak negara ini kita harus belajar untuk saling menghormati, termasuk berbeda-beda, tapi tidak perlu berpikir bahwa kita harus menjadi seperti orang lain karena perbedaan itu. Jangan kira kalau komunitas media sosial bisa membawa mereka ke arah yang baik, karena seringkali ada banyak influencer yang ingin memperkuat pendapat mereka.

Sekarang ini masih terlalu awal, kita harus berhati-hati dan tidak terburu-buru. Mungkin kita bisa mengajarkan mereka tentang pentingnya kebaikan, toleransi, dan kesetiaan kepada Indonesia yang benar-benar merdeka dan tak pernah diabaikan.
 
Pikiran aku kayaknya kalau gini terjadi lagi, kita harus lihat siapa yang bertanggung jawab dalam membuat situasi ini terjadi. Tapi apa lagi yang bisa aku lakukan? Aku hanya ingin melihat platform media sosial yang kita gunakan sehari-hari tidak menjadi alat untuk memperbanyak paham ekstrem di kalangan anak-anak muda. True Crime Community, itu nameanya sendiri kayaknya sudah cukup menarik perhatian orang-orang muda. Dan sekarang aku lihat ada anak-anak yang terlibat di sana, itu makin serius!

Dan lagi, mengapa tidak ada yang tegas mengenai konten yang diposting oleh mereka? Aku pikir kalau kita harus melindungi bebas berbicara tapi juga harus ada batas-batas. Tapi aku tidak tahu apakah ada aturan di dalam platform media sosial yang bisa membuat hal ini tidak terjadi lagi...
 
Aku rasa kayak gak bisa percaya kalau ada anak-anak kecil yang terpapar paham ekstrem seperti itu. Makanya aku ingin berbagi kisah tentang seorang anak yang berhasil melawan ide-ide negatif itu. Aku kenal seorang teman dari SMA di Jakarta, dia juga pernah tergabung dengan komunitas TCC. Tapi kemudian dia menyadari kalau apa yang ia pelajari itu tidak benar dan memang membuat orang lain merasa tidak nyaman. Dia memutuskan untuk keluar dari komunitas itu dan mulai membantu teman-temannya yang masih terjebak. Sekarang dia sudah menjadi salah satu aktivis anti bullying di sekolahnya 🤝. Aku pikir kalau ada banyak anak seperti ini yang mau berubah, maka semakin mudah untuk menghentikan penyebaran ide-ide ekstrem.
 
Aku bingung dengan hal ini, kenapa harus terjadi seperti ini di Indonesia? Seperti anak-anak yang terlibatnya masih kecil-kecilan, tapi sudah tahu tentang ideologi kekerasan ekstrem yang serius banget! 🤯 Mereka nggak bisa dipandang sebagai korban bullying saja, tapi perlu ada solusi yang lebih serius dari itu. Aku harap pemerintah dan organisasi-organisasi lainnya bisa memberikan bantuan yang lebih cepat dan efektif untuk mengatasi masalah ini. Kita harus peduli dengan anak-anak kita dan lakukan apa yang bisa untuk mencegah mereka terpapar hal-hal yang tidak baik ini! 😊
 
Paham ekstrem seperti neo-Nazi dan White Supremacy memang bikin saya kecewa banget. Siapa nih yang ingin anak-anak kita terjebak dalam ide-ide yang berbahaya itu? 🤦‍♂️ Nah, sepertinya pemicu utama dari perubahan ini adalah akibat perundungan di sekolah, itu bikin saya sedih banget. Maka dari itu, saya harap semua orang tua dan guru sekolah bisa lebih waspada dan menyadari jika anak-anak mereka sedang mengalami bullying. Dengan demikian, kita bisa membantu mereka sebelum mereka terjebak dalam ide-ide ekstrem. 🤝
 
Wow! 🤯 Masih bingung sih apa penyebabnya anak-anak Indonesia makin banyak banget terpapar ideologi ekstrem seperti neo-Nazi dan White Supremacy... Mungkin perlu ada pendidikan yang lebih efektif untuk mengatasi bullying di sekolah, kalau gini nggak bisa dipertangkalin dengan cara yang tepat 🤔.
 
Paham ekstrem seperti itu bikin kepanikan ya... kalau tidak diatasi sekarang pasti menjadi semakin parah. Saya lihat komunitas media sosial seperti TCC yang memainkan peran besar dalam penyebaran ideologi ekstrem ini. Mereka harus bertanggung jawab lebih baik. Saya rasa intervensi yang dilakukan oleh Densus 88 sudah wajar, tapi mungkin perlu ada langkah lebih lanjut untuk mencegah agar anak-anak tidak terpapar hal ini di pertama kalinya.
 
gak ngerti sih kenapa anak-anak masih terlalu banyak yang ikut ke komunitas TCC. mungkin karena mereka benar-benar merasa kesepian dan tidak punya teman yang bisa dibahas tentang apa-apa. tapi ini gak boleh jadi, kita harus waspada soal hal ini karena bisa mempengaruhi siapa tahu apa.
 
kembali
Top