Defisit APBN Nyaris 3%, Purbaya: Kalau 0% Ekonomi Morat-marit

Pemerintah Indonesia menghadapi defisit APBN 2025 yang tidak terlalu mengejutkan, hanya sekitar 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pemerintah telah memangkas anggaran belanja untuk mencapai defisit ini.

Namun, ada yang menimbulkan kekhawatiran. Jika pemerintah ingin menghasilkan defisit 0 persen, maka anggarannya harus diturunkan dengan sangat besar hingga ekonomi menjadi "morat-marit". Menurut Purbaya, ini bukanlah solusi yang tepat.

"Kalau saya buat nol defisitnya juga bisa. Saya potong anggarannya, tapi ekonominya morat-marit. Jadi, ini adalah kepiawaian teman-teman Kementerian Keuangan untuk memastikan ekonominya bisa bertumbuh terus, tanpa mengorbankan sisi kehati-hatian dari fiskal," katanya.

Pemerintah tetap menjaga agar defisit tidak melampaui 3 persen dari PDB. Defisit ini diharapkan dapat disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi yang sebenarnya. Menurut Purbaya, peningkatan defisit ini terjadi karena realisasi belanja negara yang jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah menerapkan prinsip belanja adaptif dengan menggelontorkan berbagai stimulus guna mendorong pertumbuhan ekonomi. "Ini untuk menyejahterakan rakyat," kata Purbaya.

Tahun depan, Purbaya optimistis defisit fiskal dapat ditekan ke level yang lebih rendah jika pertumbuhan ekonomi terus meningkat.
 
Defisit APBN 2025 gini kayak peristiwa Indonesia 62 tahun lalu, kan? Kalau 62 tahun lalu kita masih menggunakan uang logam, sekarang kita sudah menggunakan uang kertas dan kartu. Jadi, kalau kita masuk dalam defisit, itu gampang untuk diperbaiki nanti. Yang penting adalah kita tidak morat-marit kayak Indonesia masa lalu yang harus berjuang untuk menghidupi negara dari uang logam. Tapi, aku pikir pemerintah ini masih terlalu optimist, kalau defisit 0 persen itu gampang, tapi apa yang harus dilakukan jika tidak ada uang? Mereka harus memiliki strategi yang lebih matang daripada ini 😊.
 
Gg akhirnya pemerintah Indonesia ngakuin defisit APBN 2025, cuma 2,92 persen dari PDB. Gg kaget gini, kalau kekhawatiran apa aja? Jika ingin nol defisit, anggaran harus dikurangi sampai morat-marit, itu nggak bisa juga! 🤔

Purbaya Yudhi Sadewa bilang kalau ekonomi morat-marit juga bisa. Gg rasa itu tidak tepat, kalau ingin pertumbuhan ekonomi yang stabil, anggaran harus dikurangi sekecil mungkin. Tapi mungkin Purbaya nggak salah, karena ekonomi Indonesia masih terus bertumbuh. 💸

Pemerintah juga menetapkan defisit 3 persen dari PDB, jadi harus disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi yang sebenarnya. Gg rasa itu tepat, kalau ingin nol defisit, pertumbuhan ekonomi harus semakin stabil. 📈

Gg harap pemerintah bisa mengatasi masalah ini dengan baik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil. Jangan lupa, ini untuk menyejahterakan rakyat! 😊
 
nggak nyaman banget dengan anggaran APBN tahun ini, 2,92 persen defisitnya masih terlalu tinggi! tapi sih makin perhatian kalau pemerintah ingin menghasilkan defisit 0 persen, itu artinya harus memangkas anggaran dengan sangat besar banget. dan kalau demikian ekonomi akan jadi morat-marit... nggak enak juga kayaknya.
 
Belum ada masalah kalau pemerintah memangkas anggaran belanja itu. Kalau mau jaga kestabilan ekonomi, biarlah keuntungan negara sedikit, tapi tidak morat-marit aja deh. Pertumbuhan ekonomi itu penting banget, tapi kita juga harus berhati-hati jadi. Morat-maritnya bisa bikin semua rakyat merasa kesal, kan?
 
Akhirnya pemerintah nggak jadikannya skenario defisit APBN yang luar biasa besar! 😊 2,92 persen defisit itu tidak terlalu mengejutkan kok, apalagi kalau dihitung dari PDB. tapi apa yang penting itu pertumbuhan ekonomi masih positif, kan? 🤔 Menteri Keuangan ini benar-benar salah satu yang pintar, mengerti betapa pentingnya tidak membuat anggaran belanja kita terlalu murah sehingga ekonomi menjadi morat. 🤑
 
Sekarng pemerintah Indonesia kena hadapi masalah keuangan ya gampang banget. Defisit APBN 2025 sekitar 2,92 persen, itu gak terlalu mengejutkan kan?

Tapi apa yang bikin penasaran adalah apakah pemerintah mau turunkan anggaran dan ekonomi menjadi "morat-marit" untuk mencapai defisit 0 persen. Purbaya Yudhi Sadewa bilang tidak, ini bukan solusi yang tepat.

Saya rasa pemerintah perlu cari cara lain, misalnya menerapkan prinsip belanja adaptif dan menggelontorkan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ini agar rakyat bisa menikmati kehidupan yang lebih baik dan tidak merasa morat-marit. 🤔💸
 
apa sih artinya kalau kita harus mengurangi belanja negara lagi? aku bayangin kehidupan sederhana, tapi apakah itu bisa jadi solusi yang tepat untuk pengelolaan anggaran? kayaknya kita butuh alternatif lain yang lebih baik dari morat-marit. apa salahnya jika pemerintah lebih fokus pada mengatur belanja negara dengan lebih efisien, bukan lagi keurangan anggaran? dan apa arti dari adaptif sih? mungkin ada cara lain untuk membuat ekonomi kita tumbuh tanpa harus morat-marit.
 
Defisit APBN 2025 gak terlalu mengejutkan, tapi harus diantisipasi dari lama-lama. Kalau ingin nol defisit juga bisa, tapi itu buat ekonomi jadi morat-marit, kan? Menteri Keuangan bilang ini bukan solusi yang tepat, tapi aku rasa masih ada opsi lain untuk mengurangi defisit. Kita bisa cari cara lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, gak perlu membuat fiskal jadi terlalu ketat. Defisit 3 persen dari PDB tetap harus diantisipasi, tapi aku harap pemerintah bisa menyesuaikannya dengan pertumbuhan ekonomi yang sebenarnyanya. 🤔💡
 
defisit fiskal 2025 ini jadi masalah yang agak wajar ya, tapi apa sih yang salah kalau pemerintah mau mengelabui rakyat dengan anggaran belanja yang terlalu tinggi? siapa yang bilang bahwa ekonomi Indonesia harus morat-marit itu? aku pikir kalau pemerintah mau berbelanja duit dengan lebih bijak, tapi juga harus berhati-hati jadi tidak terlalu banyak utang ya 🤔. memang benar kalau defisit ini meningkat karena belanja negara yang lebih tinggi, tapi apa sih solusinya? pemerintah harus bisa menyesuaikan diri dengan pertumbuhan ekonomi yang sebenarnya. aku pikir prinsip belanja adaptif itu baik-baik aja, tapi juga harus ada ketepatan dalam pengelolaan anggaran ya 📊. tahun depan kalau pertumbuhan ekonomi terus meningkat, aku harap defisit fiskal bisa dikurangi lagi 🤞.
 
Makasih ya pemerintah sudah ngeluarin anggaran belanja... tapi kalau punya opsi untuk kurangi lagi aja, kenapa pilih ngeluarin belanja saja? Defisit itu seperti masalah sampingan, apa bedanya sih dengan kebanyakan pengusaha yang harus menghadapi kekacauan di pasar dan masih bisa berjalan? 🤷‍♂️
 
ini kayaknya gak ada solusi yang tepat banget ya... kalau pemerintah mengurangi anggaran lagi, ekonominya juga gak bisa bertumbuh, tapi kalau tidak mengurangi, maka defisitnya punya kekhawatiran, sampe gak mau dianggap morat-marit. tapi kalau kita lihat dari perspektif pemerintah, kalau mereka potong anggaran lagi, kalau ekonominya jadi morat-marit, itu apa ya solusinya?
 
ini bikin kita penasaran sih, apakah pemerintah bisa mengatur anggaran belanja negara tanpa jadi morat-marit? kalau tidak, apa yang harus dilakukan? aku pikir ada cara lain bukan hanya menurunkan anggaran belanja tanpa memikirkan dampaknya terhadap ekonomi.
 
aku pikir pemerintah nggak bisa menyelesaikan masalah ini dengan mudah 🤔. kalau ingin hasilkan 0 persen defisit, harus mengurangi anggaran belanja sampai "morat-marit", itu bukan solusi yang bagus untuk ekonomi kita 📉. dan apalagi kalau kita harus memangkas banyak sekali biaya penting seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur 🤕.

mengenai prinsip belanja adaptif ini, aku rasa itu bukan masalah, tapi bagaimana caranya pemerintah menerapkannya yang salah 🤷‍♂️. harus ada transparansi dan evaluasi yang baik agar kita bisa mengetahui efektivitasnya. dan tidak boleh hanya fokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, tapi juga perlu mempertimbangkan kebutuhan sosial seperti kesehatan dan pendidikan 🤝.

tapi aku optimistis banget dengan Purbaya Yudhi Sadewa, dia bilang bahwa defisit fiskal dapat ditekan ke level yang lebih rendah jika pertumbuhan ekonomi terus meningkat 💪. aku berharap begitu saja bisa terjadi dan kita semua bisa merasakan manfaatnya 🙏
 
Kalau aku pikir, kalau wanna hasilkan defisit 0 persen, kayaknya harus diutak-utik aja anggaran belanja itu. Tapi ekonomi gue rasanya kayak morat-marit banget! 🤯 Jadi, mungkin gue paham apa yang dikatakan teman-teman Kementerian Keuangan, kalau kita potong anggaran, tapi nggak jadinya morat-marit. Aku rasa mereka coba cari keseimbangan aja ya? 😊
 
Wah, nggak sabar aja nih dengar berita ini... Defisit APBN 2025 sebenernya tidak jauh dari perkiraan kita dulu, kan? Tapi, kalau ingin 0 persen defisit itu jadi kenyataan, nggak bisa jadi. Mau potong anggaran, tapi ekonomi morat-mariat... Kalau demikian, siapa yang bakal menangani masalah ini?

Aku rasa pemerintah harus lebih bijak dalam membuat keputusan anggaran nanti. Tidak boleh terburu-buru lagi... Dan kalau pertumbuhan ekonomi terus stabil, aku yakin defisit fiskal bisa diturunkin sampai 1 persen juga.
 
kembali
Top