Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengajukan kebijakan baru agar APBD Tahun 2026 diketahui publik secara lebih luas. Ia meminta semua kepala daerah untuk mempublikasikan APBD secara berkala di platform media sosial dan menyediakan mekanisme partisipasi masyarakat.
Dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 02/KU.01.03.08/BAPP, instruksi ini diterbitkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Kepala daerah diminta untuk mempublikasikan laporan APBD per triwulan dengan menggunakan format yang dapat dipahami oleh publik.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga mengajukan langkah-langkah untuk menampung masukan dan pengawasan publik terhadap APBD. Kepala daerah diminta untuk menyediakan mekanisme partisipasi masyarakat melalui kolom komentar, survei daring, atau saluran pengaduan terintegrasi dengan aplikasi SP4N LAPOR.
Dedi Mulyadi berharap dengan adanya instruksi ini, pembangunan di Jawa Barat dapat menjadi lebih adil dan akuntabel untuk masyarakat. Ia juga ingin mewujudkan "Jawa Barat istimewa" melalui transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan keuangan daerah.
Dedi Mulyadi percaya bahwa publik perlu mengetahui capaian kinerja dan pekerjaan pemerintah secara berkala setiap bulan, baik melalui media sosial atau platform lainnya. Ia juga ingin mencegah bahwa uang rakyat tidak dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 02/KU.01.03.08/BAPP, instruksi ini diterbitkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Kepala daerah diminta untuk mempublikasikan laporan APBD per triwulan dengan menggunakan format yang dapat dipahami oleh publik.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga mengajukan langkah-langkah untuk menampung masukan dan pengawasan publik terhadap APBD. Kepala daerah diminta untuk menyediakan mekanisme partisipasi masyarakat melalui kolom komentar, survei daring, atau saluran pengaduan terintegrasi dengan aplikasi SP4N LAPOR.
Dedi Mulyadi berharap dengan adanya instruksi ini, pembangunan di Jawa Barat dapat menjadi lebih adil dan akuntabel untuk masyarakat. Ia juga ingin mewujudkan "Jawa Barat istimewa" melalui transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan keuangan daerah.
Dedi Mulyadi percaya bahwa publik perlu mengetahui capaian kinerja dan pekerjaan pemerintah secara berkala setiap bulan, baik melalui media sosial atau platform lainnya. Ia juga ingin mencegah bahwa uang rakyat tidak dipertanggungjawabkan secara terbuka.