Teman-teman, aku punya informasi yang cukup menarik dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Seperlukan penjelasan lebih lanjut tentang strategi investasi jangka panjang lembaga ini agar semua orang paham betapa luasnya tawakan keuntungan yang mereka dapatkan dari berbagai proyek yang telah disepakati perusahaan tersebut.
Pada saat ini, BPI Danantara menyiapkan rencana strategis untuk berinvestasi di pasar modal. Tujuan utama dari strategi investasi ini adalah mengoptimalkan dana kelolaan dengan mempertimbangkan dua faktor: penopang likuiditas dan penghasil return yang lebih cepat.
Selain itu, BPI Danantara juga ingin meningkatkan likuiditas di pasar modal untuk mencegah dana menganggur selama menunggu proyek-proyek fisik matang. Oleh karena itu, BPI berencana untuk memanfaatkan kelebihan pasar modal sebagai alternatif yang lebih baik dibandingkan dengan perbankan.
Menurut Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, pasar modal menjadi tempat strategis untuk berinvestasi ketimbang perbankan karena lebih fleksibel dan dapat menawarkan pengembalian investasi yang lebih cepat. Sementara itu, BPI ingin memastikan bahwa dana tidak dikumpulkan di bawah meja sembari menunggu kesempatan yang tepat.
Dalam beberapa tahun terakhir, BPI Danantara telah berinvestasi pada beberapa proyek strategis nasional dan privat komersial. Namun, investasi jangka panjang ini hanya dapat dilakukan ketika lembaga tersebut sudah cukup matang atau dalam waktu lima tahun ke depan.
Untuk mencapai tujuan ini, BPI akan melakukan tiga langkah untuk mendorong pertumbuhan dan kemajuan yang lebih cepat. Pertama, perusahaan akan berinvestasi pada proyek-proyek strategis nasional yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sektor-sektor tertentu.
Kedua, BPI akan berinvestasi di proyek privat komersial yang memiliki potensi untuk menghasilkan pengembalian investasi yang lebih cepat. Contoh dari salah satu proyek ini adalah pengembangan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Terakhir, BPI akan mempertimbangkan untuk menjadi perusahaan Sovereign Wealth Fund dengan dual mandate objective. Artinya, BPI harus dapat mencari keuntungan finansial yang lebih besar ketika memahami potensi dari proyek-proyek strategis nasional.
Pada saat ini, BPI Danantara menyiapkan rencana strategis untuk berinvestasi di pasar modal. Tujuan utama dari strategi investasi ini adalah mengoptimalkan dana kelolaan dengan mempertimbangkan dua faktor: penopang likuiditas dan penghasil return yang lebih cepat.
Selain itu, BPI Danantara juga ingin meningkatkan likuiditas di pasar modal untuk mencegah dana menganggur selama menunggu proyek-proyek fisik matang. Oleh karena itu, BPI berencana untuk memanfaatkan kelebihan pasar modal sebagai alternatif yang lebih baik dibandingkan dengan perbankan.
Menurut Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, pasar modal menjadi tempat strategis untuk berinvestasi ketimbang perbankan karena lebih fleksibel dan dapat menawarkan pengembalian investasi yang lebih cepat. Sementara itu, BPI ingin memastikan bahwa dana tidak dikumpulkan di bawah meja sembari menunggu kesempatan yang tepat.
Dalam beberapa tahun terakhir, BPI Danantara telah berinvestasi pada beberapa proyek strategis nasional dan privat komersial. Namun, investasi jangka panjang ini hanya dapat dilakukan ketika lembaga tersebut sudah cukup matang atau dalam waktu lima tahun ke depan.
Untuk mencapai tujuan ini, BPI akan melakukan tiga langkah untuk mendorong pertumbuhan dan kemajuan yang lebih cepat. Pertama, perusahaan akan berinvestasi pada proyek-proyek strategis nasional yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sektor-sektor tertentu.
Kedua, BPI akan berinvestasi di proyek privat komersial yang memiliki potensi untuk menghasilkan pengembalian investasi yang lebih cepat. Contoh dari salah satu proyek ini adalah pengembangan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Terakhir, BPI akan mempertimbangkan untuk menjadi perusahaan Sovereign Wealth Fund dengan dual mandate objective. Artinya, BPI harus dapat mencari keuntungan finansial yang lebih besar ketika memahami potensi dari proyek-proyek strategis nasional.