BPI Danantara Siap Umumkan Pemenang Tender Waste to Energy Batch Pertama Akhir Januari 2026. Ada Empat Pemenang untuk Proyek Waste to Energy Batch Pertama, Akan Menyelesaikan Perjanjian Sebelum Diumumkan.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan mengumumkan pemenang tender proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) batch pertama pada akhir Januari 2026. Akan ada empat pemenang tender untuk proyek waste to energy batch pertama tersebut.
Menurut Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, yang dipercaya akan menyelesaikan perjanjian usaha patungan (joint venture/JV) serta perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA), pada akhir Februari 2026 pihaknya akan menyelesaikan semua perjanjian tersebut sebelum diumumkan ke publik.
Proyek waste to energy batch pertama akan dilaksanakan di empat wilayah. Selama proses pelelangan, sebanyak 200 perusahaan mengikuti. Danantara kemudian menyeleksi 24 perusahaan dari total peserta lelang tersebut.
Pandu menyampaikan bahwa pihaknya juga telah membuka proses lelang pembangunan proyek waste to energy batch kedua pada pertengahan Januari 2026. Ia mengaku banyak pihak yang terkejut dengan kecepatan perkembangan proyek tersebut.
Danantara menargetkan pembangunan 33 proyek waste to energy di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan target tersebut, diperkirakan akan menginvestasikan dana sekitar 5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
"Kami bekerja dengan kecepatan itu untuk mengeksekusi target tersebut," kata Pandu.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan mengumumkan pemenang tender proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) batch pertama pada akhir Januari 2026. Akan ada empat pemenang tender untuk proyek waste to energy batch pertama tersebut.
Menurut Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, yang dipercaya akan menyelesaikan perjanjian usaha patungan (joint venture/JV) serta perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA), pada akhir Februari 2026 pihaknya akan menyelesaikan semua perjanjian tersebut sebelum diumumkan ke publik.
Proyek waste to energy batch pertama akan dilaksanakan di empat wilayah. Selama proses pelelangan, sebanyak 200 perusahaan mengikuti. Danantara kemudian menyeleksi 24 perusahaan dari total peserta lelang tersebut.
Pandu menyampaikan bahwa pihaknya juga telah membuka proses lelang pembangunan proyek waste to energy batch kedua pada pertengahan Januari 2026. Ia mengaku banyak pihak yang terkejut dengan kecepatan perkembangan proyek tersebut.
Danantara menargetkan pembangunan 33 proyek waste to energy di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan target tersebut, diperkirakan akan menginvestasikan dana sekitar 5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
"Kami bekerja dengan kecepatan itu untuk mengeksekusi target tersebut," kata Pandu.