BUMN Asuransi Indonesia Bakal Jadi Tiga di 2026, Akan Dilebur dalam 15 Perusahaan
Dony Oskaria, Kepala Operasional Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), menetapkan target untuk menggabungkan 15 perusahaan asuransi BUMN menjadi tiga besar di 2026. Menurutnya, proses ini akan segera dimulai.
"Kita memiliki 15 perusahaan asuransi yang saat ini sedang menjalani proses konsolidasi. Tahun 2026 ini kami akan memberikan push untuk dilakukan (konsolidasi), hanya akan menjadi tiga perusahaan asuransi," kata Dony dalam acara Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia.
Tiga perusahaan yang dikonsolidasikan ini adalah asuransi jiwa, umum dan kredit. Namun, menurut Dony, asuransi kredit masih memerlukan review serta dibagi mana yang menjadi asuransi umum murni dan mana yang penjaminan.
"Pemetaan permasalahan yang ada di perusahaan asuransi BUMN telah dilakukan oleh kami. Harus diakui bahwa perusahaan-perusahaan asuransi di BUMN menghadapi persoalan yang tidak sedikit," kata Dony.
Pada bulan ini, Dony sudah bertemu dengan OJK sebanyak dua kali untuk membahas tentang asuransi. Pembahasan tersebut meliputi tata kelola asuransi, potensi risiko yang ada di industri asuransi serta potensi pertumbuhan perusahaan asuransi.
Menurut Direktur Ekonomi Chief Danantara Reza Yamora Siregar, tahapan konsolidasi dimulai dengan klasterisasi seluruh perusahaan asuransi dan reasuransi di bawah satu payung besar, Indonesia Financial Group (IFG) Holding.
Dony Oskaria, Kepala Operasional Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), menetapkan target untuk menggabungkan 15 perusahaan asuransi BUMN menjadi tiga besar di 2026. Menurutnya, proses ini akan segera dimulai.
"Kita memiliki 15 perusahaan asuransi yang saat ini sedang menjalani proses konsolidasi. Tahun 2026 ini kami akan memberikan push untuk dilakukan (konsolidasi), hanya akan menjadi tiga perusahaan asuransi," kata Dony dalam acara Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia.
Tiga perusahaan yang dikonsolidasikan ini adalah asuransi jiwa, umum dan kredit. Namun, menurut Dony, asuransi kredit masih memerlukan review serta dibagi mana yang menjadi asuransi umum murni dan mana yang penjaminan.
"Pemetaan permasalahan yang ada di perusahaan asuransi BUMN telah dilakukan oleh kami. Harus diakui bahwa perusahaan-perusahaan asuransi di BUMN menghadapi persoalan yang tidak sedikit," kata Dony.
Pada bulan ini, Dony sudah bertemu dengan OJK sebanyak dua kali untuk membahas tentang asuransi. Pembahasan tersebut meliputi tata kelola asuransi, potensi risiko yang ada di industri asuransi serta potensi pertumbuhan perusahaan asuransi.
Menurut Direktur Ekonomi Chief Danantara Reza Yamora Siregar, tahapan konsolidasi dimulai dengan klasterisasi seluruh perusahaan asuransi dan reasuransi di bawah satu payung besar, Indonesia Financial Group (IFG) Holding.